Pasang Badan untuk Prabowo, Bapersipil Lawan Segala Bentuk Politisasi Bencana

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Barisan Penggerak Supremasi Sipil (Bapersipil) menyatakan dukungan penuh terhadap pemerintahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam upaya penanganan bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Sikap tersebut disampaikan melalui surat terbuka yang dirilis di Bogor, Selasa (6/1).

BACA JUGA: BNN Perkuat Implementasi Visi Prabowo dalam Perang Melawan Narkoba

Penggagas Bapersipil, Ade Adriansyah, menegaskan bahwa bencana merupakan ujian solidaritas nasional yang seharusnya menyatukan seluruh elemen bangsa, bukan dimanfaatkan sebagai alat kepentingan politik jangka pendek.

Ia menilai, eksploitasi penderitaan masyarakat demi elektabilitas merupakan tindakan yang mencederai nilai kemanusiaan.

BACA JUGA: Prabowo Ingin Penerima Beasiswa Diperbanyak, LPDP Prioritaskan STEM

"Musibah ini adalah duka bangsa, bukan panggung elektabilitas. Sangat memprihatinkan jika masih ada pihak yang sibuk menempelkan label politik di atas penderitaan rakyat," kata Ade Adriansyah melalui keterangannya di Jakarta, Jumat (15/1).

Bapersipil sekaligus mengajak seluruh komponen bangsa, termasuk pimpinan organisasi sosial dan politik, untuk menjaga kemurnian aksi kemanusiaan.

BACA JUGA: Presiden Prabowo Akhirnya Bicara Percepatan Pembangunan IKN

Organisasi ini juga menyatakan kesiapan berada di garda terdepan dalam mendukung langkah-langkah penanganan bencana sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap bangsa dan negara.

Dalam pernyataannya, Bapersipil turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, Polri, tim SAR, serta para sukarelawan yang terlibat langsung di lapangan.

Mereka dinilai telah mengorbankan tenaga, waktu, bahkan keselamatan demi menyelamatkan sesama.

"Jangan bebani kerja keras mereka dengan kegaduhan politik yang tidak perlu. Mereka adalah manusia yang memiliki batas lelah dan keluarga yang menanti," tegas Ade.

Lebih lanjut, Bapersipil menekankan bahwa bantuan kemanusiaan harus sepenuhnya bersih dari atribut, simbol, maupun pesan politik praktis yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Organisasi ini juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang sengaja memprovokasi situasi di tengah suasana duka nasional.

"Berhentilah menciptakan kegaduhan. Jika provokasi terus dipaksakan, tentu ada konsekuensi sosial dan hukum yang harus dihadapi," ujarnya.

Bapersipil juga mendorong aparat penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap penyebaran hoaks dan narasi menyesatkan yang dapat mengganggu stabilitas nasional.

Masyarakat diimbau tetap kritis terhadap setiap aksi kemanusiaan yang memiliki agenda politik terselubung.

Pada kesempatan yang sama, pengurus Bapersipil Mustafa Khaidir mengumumkan sejumlah agenda strategis menuju Deklarasi Nasional 2026, hasil konsolidasi organisasi di wilayah Jakarta, Depok, dan Bogor.

Agenda tersebut mencakup diskusi publik bertajuk Diskusi Tanpa Baper di Kabupaten Bogor, roadshow nasional untuk memperkuat basis gerakan sipil, serta dialog reformasi dan supremasi sipil.

Seluruh rangkaian kegiatan akan ditutup dengan Kemah Kebangsaan dan Ikrar Persatuan Indonesia yang mengusung semangat gotong royong sebagai solusi utama persoalan kebangsaan.

"Jangan jadikan air mata rakyat sebagai anak tangga kekuasaan. Biarkan kemanusiaan yang menang," tegas Mustafa.

Mustafa pun menegaskan sikapnya mendukung Presiden Prabowo Subianto dari berbagai upaya politisasi bencana.

"Bapersipil pasang badan untuk Presiden Prabowo. Siapapun yang mempolitisasi bencana dan menyebarkan hoaks negatif adalah ancaman bagi persatuan bangsa," demikian pernyataan organisasi tersebut.

Di sisi lain, pihaknya menduga ada pihak tertentu yang ingin gagalkan aspirasi Bapersipil memberikan penghargaan kepada institusi POLRI dan TNI.

Dia menyayangkan rakyat bersama Bapersipil merespon dan mendukung pernyataan Presiden dengan membuat rencana sejak November 2025 selalu dipermainkan, dan baru terlaksana awal tahun di Bogor.

"Itu juga ada indikasi sabotase dengan tidak hadirnya Kapolres atau yang mewakili untuk menerima penghormatan dan penghargaan untuk Kapolri. Bahkan soal pembiayaan acara yang murni inisiatif pribadi juga hendak dipersoalkan," ungkapnya.

Ia mengungkapkan, agenda Bapersipil masih menuju beberapa kegiatan hingga puncaknya kemah kebangsaan. Oleh karena itu kami dan rekan-rekan akan melakukan evaluasi dan melaporkan ini kepada pimpinan terkait.

"Jika ingin menciptakan kekacauan pada kegiatan kami sama saja mengganggu perintah pimpinan yaitu Presiden dan institusi terkait. Oleh karena itu lepas dari evaluasi dan persiapan giat selanjutnya kami akan lakukan investigasi dan tindakan konkrit. Ini bukannya tuduhan tapi ini yang kami rasakan. Kami rakyat yang idenya bukan cuma perlu di dukung tapi wajib di fasilitasi apalagi menyangkut nama baik," terang dia.

"Atas nama kehormatan dan ide untuk bangsa. Kami siap ladeni siapapun yang mengganggu pimpinan institusi dan negara. Baik dari pihak luar ataupun internal sendiri. Nyawa kami sudah dihibahkan untuk bela negara dan pimpinannya," ujarnya menambahkan. (dil/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Relawan TCK Kemenkes Sterilkan Huntara Aceh Tamiang dari Ancaman DBD
• 12 jam lalutvrinews.com
thumb
Remunerasi Telat Dibayar, Pegawai RSUD Kota Bekasi Terpaksa Pinjol
• 5 jam lalukompas.com
thumb
TRIN Alihkan Kembali 88,36 Juta Saham Hasil Buyback, Raup Rp56,99 Miliar
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Sindikat Perdagangan Bayi via Medsos di Medan Dibekuk: Dijual Rp 15-25 Juta
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Kok Bisa, Manchester United Tekor Ratusan Miliar Cuma Gara-gara Ruben Amorim Dipecat?
• 1 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.