Punya 62 Ribu Pelaku Usaha, Gowa Ingin Jadi Daerah Basis UMKM

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, GOWA — Pemerintah Kabupaten Gowa membidik posisi strategis sebagai Kabupaten Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), seiring besarnya kontribusi sektor tersebut terhadap perekonomian daerah.


Dengan puluhan ribu pelaku usaha aktif, UMKM dinilai menjadi kekuatan utama penggerak ekonomi masyarakat.


Komitmen tersebut terus diperkuat melalui berbagai program pengembangan UMKM, mulai dari peningkatan kapasitas pelaku usaha, perluasan akses pasar, hingga penguatan kemitraan dengan pihak ketiga.


Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkab Gowa dalam membangun ekonomi daerah berbasis kerakyatan.


Hingga akhir 2025, jumlah UMKM di Kabupaten Gowa tercatat mencapai 62.410 unit usaha. Dari jumlah tersebut, sebanyak 58.000 merupakan usaha mikro, 3.850 usaha kecil, dan 560 usaha menengah.


Selain itu, terdapat 574 UMKM unggulan yang bergerak di berbagai sektor strategis, mulai dari pangan olahan, kerajinan, hingga produk berbasis potensi lokal.


Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter, mengatakan potensi tersebut menjadi modal kuat bagi Gowa untuk naik kelas sebagai daerah berbasis UMKM.


“Pemerintah mendorong agar Kabupaten Gowa dapat menjadi sebagai Kabupaten UMKM, mengingat besarnya potensi serta jumlah pelaku usaha yang ada di daerah tersebut,” katanya.


Andy Azis menegaskan, UMKM telah menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Dengan jumlah pelaku usaha yang besar dan potensi yang terus berkembang, Pemkab Gowa optimistis mampu menjadikan sektor ini sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.


Selain dari sisi jumlah, Pemkab Gowa juga terus memperluas jejaring kemitraan UMKM. Hingga saat ini, sebanyak 558 UMKM di Kabupaten Gowa telah bermitra dengan pihak ketiga, baik swasta, BUMN, maupun lembaga lainnya, sebagai upaya memperkuat akses pasar dan meningkatkan daya saing produk.


“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah. Dengan jumlah pelaku usaha yang besar dan potensi yang terus berkembang, Kabupaten Gowa sangat layak untuk ditetapkan sebagai Kabupaten UMKM,” ujar Andy.


Sebagai bentuk dukungan konkret, pada 2025 Pemkab Gowa telah menyalurkan bantuan peralatan usaha kepada 221 UMKM.


Bantuan tersebut ditujukan untuk mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.


Selain itu, Pemkab Gowa juga mengusulkan pembangunan rumah kemasan sebagai fasilitas strategis untuk meningkatkan kualitas kemasan, branding, serta nilai tambah produk UMKM.


Fasilitas ini diharapkan menjadi salah satu pendorong utama UMKM Gowa untuk naik kelas dan menembus pasar nasional hingga global.


“Kami berharap adanya dukungan dari Komisi VII DPR RI serta Kementerian UMKM agar usulan ini dapat terealisasi. Dengan demikian, UMKM Kabupaten Gowa dapat naik kelas, berdaya saing nasional bahkan global, serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya. (an)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tersangka Kasus Pencabulan di SD Bekasi Ajukan Praperadilan
• 6 jam laluidntimes.com
thumb
KPK Dalami Dugaan Aliran Uang dari Biro Haji ke Ketua PBNU Aizzudin Abdurrahman
• 8 jam lalumatamata.com
thumb
Pra Pesan Oppo Reno15 Series Dibuka, Kamera AI bisa bikin Foto Keluar dari Layar
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Pertemuan Petro-Trump Dijadwalkan 3 Februari, Isu Narkoba Jadi Fokus Utama
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Menteri PU: Pemulihan Pascabencana Aceh-Sumatra Butuh 2-3 Tahun
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.