Sampah Sungai Martapura Hantam Keramba Nelayan Banua Anyar

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Riwandi

TVRINews, Banjarmasin

Para nelayan ikan keramba di kawasan Banua Anyar, Banjarmasin, kini tengah resah. Pasalnya, tumpukan sampah yang larut di aliran Sungai Martapura kerap menghantam dan merusak keramba milik mereka, terutama saat terjadi perubahan arus pasang surut air laut.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Banjarmasin, Haris Fadilah, menjelaskan bahwa kerusakan keramba terjadi akibat sampah yang berputar mengikuti arus. Saat air pasang, sampah terkumpul dan terbawa arus, namun saat air surut, sampah tersebut kembali terbawa arus kuat hingga menghantam konstruksi keramba.

"Gangguannya ketika sampah menumpuk dan tidak diangkut. Dia memutar ketika air pasang dan air surut, kembali menghantam keramba sampai hancur. Kemarin saja ada empat buah keramba yang hancur di sini, bahkan satu buah tenggelam sama sekali tanpa ada ganti rugi," kata Haris, Jumat, 16 Januari 2026.

Sementara itu, Kabid Perikanan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin, Sulaiman, membenarkan adanya laporan kerusakan dari tiga Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan). Adapun jenis ikan yang dibudidayakan meliputi patin, bawal, lele, nila, hingga ikan betok (papayu).

"Memang kemarin ada laporan tiga kelompok di Banua Anyar yang terimbas. Kami sudah diminta oleh pihak provinsi untuk melakukan pendataan," ujar Sulaiman.

Meski demikian, Sulaiman menyebut bahwa dari sekitar 90 kelompok perikanan lainnya tidak ada laporan dan berdasarkan tinjauan tidak terdampak secara signifikan. Terkait masalah di Banua Anyar, ia menilai hal tersebut sebagai persoalan klasik.

"Kami menyarankan kepada para kelompok nelayan untuk lebih meminggirkan posisi kerambanya, agar tidak terlalu ke tengah sungai yang menjadi jalur utama arus sampah," tambahnya.

Para nelayan berharap pemerintah segera memberikan solusi cepat dan tepat, seperti pembersihan sampah sungai secara rutin atau bantuan perbaikan keramba. Jika dibiarkan, kerusakan ini dikhawatirkan akan merugikan usaha nelayan secara finansial dan mengganggu stabilitas pasokan ikan, termasuk untuk kebutuhan ekspor.

Editor: Redaktur TVRINews


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ngeri, Indonesia Jadi Panggung Persaingan 2 Dewa Futsal Falcao Vs Ricardinho
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Pemprov Sumut Percepat Penyusunan R3P untuk Pemulihan Pascabencana
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Suap Perpajakan Berkaitan dengan Penurunan Bayar PBB
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Habiburokhman: Vonis Laras Faizati Bukti KUHP dan KUHAP Baru Lebih Berkeadilan
• 11 jam laludisway.id
thumb
Legislator DKI tolak wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD
• 17 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.