REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON— Kepala Badan Intelijen Israel Mossad, David Barnea, dilaporkan tiba di Amerika Serikat untuk melakukan konsultasi terkait Iran di tengah berlanjutnya gelombang protes di negara tersebut, demikian laporan Axios pada Jumat (16/1/2025), dengan mengutip sejumlah sumber.
Menurut laporan itu, Barnea dijadwalkan bertemu dengan utusan khusus AS, Steve Witkoff, di Florida. Namun, pertemuan antara Barnea dan Presiden AS Donald Trump belum dapat dipastikan.
Baca Juga
Hari Ini Malam 27 Rajab Versi NU, Baca Doa Berikut Agar Hajat-Hajat Duniawi Terpenuhi
Pakar Inggris Sebut Trump akan Menyesal Selamanya Jika Serang Iran
Israel Siaga Penuh Takut Diserang Iran Secara Tiba-tiba, Perang di Depan Mata?
Topik utama pembahasan disebut-sebut berkaitan dengan potensi serangan militer AS terhadap Iran.
Para pejabat Israel meyakini bahwa serangan tersebut dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan, meskipun mereka juga khawatir Iran akan memanfaatkan penundaan untuk memperkuat posisinya dan meredakan tekanan dari AS.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Sementara itu, The New York Times, Kamis (15/1/2026) melaporkan, mengutip seorang pejabat AS, bahwa pemimpin otoritas Israel Benjamin Netanyahu, Rabu, meminta Trump untuk menunda rencana serangan militer terhadap Iran.
Namun, presiden AS dilaporkan menyatakan tidak menutup kemungkinan opsi serangan terhadap Iran.
Media News Nation juga melaporkan bahwa Qatar, Arab Saudi, dan Oman turut membujuk Trump agar menghindari serangan terhadap Iran.
Protes di Iran meletus pada akhir Desember 2025, dipicu kekhawatiran terhadap meningkatnya inflasi akibat melemahnya mata uang lokal, rial Iran.
Sejak 8 Januari, menyusul seruan dari Reza Pahlavi, putra Shah Iran yang digulingkan pada 1979, aksi unjuk rasa semakin meluas dan intensif.