Babak Baru Guru SMK Dikeroyok Murid Tempuh Jalur Hukum

detik.com
9 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Seorang guru SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi, bernama Agus Saputra adu jotos dengan siswanya hingga video yang memuat aksi mereka viral di media sosial. Tak berhenti di situ, Agus Saputra melaporkan adu jotos itu ke Polda Jambi sebagai penganiayaan.

Peristiwa keributan hingga adu jotos itu terjadi di SMK 3 Negeri Tanjung Jabung Timur, dari video yang beredar selama 58 detik, awalnya agus sempat menyampaikan perkataan lewat mikrofon. Belakangan diketahui bahwa perkataan Agus diduga merupakan hinaan yang menyulut amarah sejumlah siswa hingga adu jotos terjadi.

Pihak guru yang menyaksikan kemudian melerai perkelahian itu dengan membawa Agus masuk ke ruangan. Dinas Pendidikan Provinsi Jambi saat ini telah mendalami informasi soal insiden keributan antara guru dan murid.

"Kita sudah minta penjelasan dari kepsek, hari ini sudah dilakukan mediasi duduk bersama forum komunikasi kecamatan, ada camat, lurah, kapolsek, dan para siswa serta majelis guru," kata Kepala Bidang SMK Disdik Provinsi Jambi, Harmonis, dilansir detikSumbagsel, Rabu (14/1).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti turut merespons terkait guru Agus adu jotos dengan sejumlah siswa. Mu'ti mengatakan disdik setempat bersama pihak-pihak terkait sudah menangani kejadian tersebut.

"Masalah sudah diselesaikan oleh dinas pendidikan setempat dengan pihak-pihak terkait," kata Mu'ti, Rabu (14/1).

Baca juga: Komisi X DPR Kecam Siswa-Guru Adu Jotos di Jambi, Soroti Wibawa Sekolah

Guru Agus Buka Suara Usai Adu Jotos

Agus mengatakan kejadian itu terjadi pada Selasa (13/1) pagi, saat kegiatan belajar berlangsung. Ketika itu, kata Agus, dirinya sedang berjalan di depan kelas dan mendengar salah satunya siswanya menegurnya dengan kata-kata tidak pantas.

"Kejadiannya berawal peneguran siswa di kelas di saat belajar ada guru, dia (siswa) menegur dengan tidak hormat dan tidak sopan kepada saya, dengan meneriakkan kata yang tidak pantas kepada saya saat belajar," kata Agus, dilansir detikSumbagsel, Kamis (15/1).

Mendengar ucapan itu, Agus masuk ke dalam kelas, meminta siswa di kelas tersebut untuk mengaku siapa yang mengucapkan kalimat tak pantas. Salah satu siswanya pun mengaku. Menurut Agus, saat itu siswanya malah menantang dirinya, sehingga menampar siswanya itu.

"Saya masuk ke kelas memanggil siapa yang meneriakkan saya seperti itu. Dia langsung menantang saya, akhir saya refleks menampar muka dia," ujarnya.

Menurut Agus, tindakan itu sebagai bentuk pendidikan moral. Namun, sang siswa bereaksi marah. Kejadian bergulir sampai dimediasi oleh guru-guru lainnya.

Sementara itu, di sisi lain sejumlah siswa mengaku Agus telah menghina salah satu murid dengan perkataan 'miskin' yang memicu keributan tersebut. Namun, menurut Agus, perkataan itu konteks motivasi dan tidak bermaksud menghina.




(rfs/dek)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KAI Daop 8 Surabaya Siapkan 5 KA Tambahan untuk Libur Panjang Isra Mikraj
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BNPB Libatkan 220 Mahasiswa Verifikasi Data Kerusakan Rumah Akibat Banjir Aceh Timur
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Siklon Tropis Nokaen Masih Aktif, BMKG: Waspadai Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi 24 Jam ke Depan
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
BP Batam: Papua Perlu FTZ untuk Pacu Pertumbuhan Ekonomi
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
WN China Palsukan Identitas Terpilih Jadi Wali Kota, Akhirnya Tragis
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.