Banjir Rendam Jalur Pekalongan–Sragi, Perjalanan KA di Cirebon Dialihkan

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON — Banjir merendam petak jalan Pekalongan–Sragi, Jawa Tengah, dan mengganggu perjalanan kereta api lintas utara. Dampaknya merembet ke wilayah Cirebon dengan pengalihan rute dan pembatalan sejumlah perjalanan.

Banjir terjadi pada Jumat (16/1/2026) sekitar pukul 23.10 WIB di wilayah Daop 4 Semarang dan berimbas pada pola operasi KA di Daop 3 Cirebon.

Baca Juga
  • Jalur Kereta di Pekalongan Kebanjiran, 7 Perjalanan Kereta Terhenti
  • Truk Tertabrak Kereta di Perlintasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat

Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 3 Cirebon Muhibbuddin mengatakan, untuk sementara dilakukan penyesuaian operasi dengan mengalihkan perjalanan dari jalur utara ke jalur selatan. Selain itu, beberapa perjalanan KA dibatalkan.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang, yang menyebabkan keberangkatan dan kedatangan di stasiun mengalami keterlambatan,” ucap Muhibbuddin, Sabtu (17/1/2026).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Adapun KA yang dialihkan melalui jalur selatan adalah KA 30F Argo Anjasmoro relasi Gambir–Surabaya Pasarturi yang memutar melalui Tegal–Prupuk–Solobalapan–Gundih.

Kemudian, KA 92 Jayabaya relasi Pasarsenen–Surabaya Pasarturi memutar melalui Tegal–Prupuk–Kroya–Solo–Gundih–Gambringan. KA 96 Harina relasi Bandung–Surabaya Pasarturi memutar melalui Tegal–Prupuk–Kroya–Solo–Gundih.

Sementara itu, perjalanan KA yang dibatalkan meliputi KA 216 Kaligung relasi Brebes–Semarang Poncol dan KA 217 Kaligung relasi Semarang Poncol–Cirebon Prujakan.

Pembatalan juga terjadi pada KA 23 Merbabu relasi Semarang Tawang–Gambir, KA 24 Merbabu relasi Gambir–Semarang Tawang, KA 218 Kaligung relasi Cirebon Prujakan–Semarang Poncol, serta KA 213 Kaligung relasi Semarang Poncol–Brebes.

“Seluruh jajaran KAI bekerja agar perjalanan kereta api kembali normal. Kami berterima kasih atas pengertian pelanggan yang terdampak,” kata Muhibbuddin.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Konflik Gajah Liar, Wisata Taman Nasional Way Kambas Ditutup Sementara
• 18 jam lalugenpi.co
thumb
Denada Tolak Gugatan Rp7 Miliar Terkait Dugaan Penelantaran Anak
• 6 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Tebang Kayu di Kawasan Lindung Gunung Ciremai, 5 Orang Jadi Tersangka
• 1 jam lalugenpi.co
thumb
Kim Seon-ho Fokus Tatapan Mata dan Reaksi di Can This Love Be Translated?
• 22 jam lalumediaindonesia.com
thumb
BPH Migas Dukung Penambahan SPBU Nelayan di Nias Utara, Dorong Akselerasi Program BBM Satu Harga
• 22 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.