Astra International (ASII) Gelar Buyback Saham Lagi Maksimal Rp2 Triliun

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – PT Astra International Tbk. (ASII) bakal kembali menggelar aksi korporasi buyback saham senilai maksimal Rp2 triliun. Manajemen ASII menyebut aksi ini dilakukan guna meningkatkan nilai bagi pemegang saham.

Melansir keterbukaan informasi, jumlah nominal buyback saham kali ini akan sebesar Rp2 triliun di luar biaya perantara pedagang efek terkait aksi korporasi ini. Dana pembelian kembali saham ini akan berasal dari dana internal, sehingga dinilai tidak memberikan dampak negatif terhadap kinerja keuangan perseroan.

Manajemen menegaskan, saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Selain itu, jumlah saham free float akibat pelaksanaan buyback ini disebut tidak akan kurang dari 7,5% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.

“Dalam pelaksanaan pembelian kembali saham, perseroan akan menggunakan dana internal dan bukan dari pinjaman atau dana hasil penawaran umum,” kata manajemen ASII, dikutip Sabtu (17/1/2026).

Baca Juga : United Tractors (UNTR) Setop Buyback Saham Usai Rogoh Kocek Rp1,99 Triliun

Menengok laporan keuangannya, aksi ini hanya menimbulkan penyusutan total ekuitas senilai Rp2 triliun menjadi Rp287,6 triliun selepas aksi ini terlaksana nanti. Dengan begitu, aksi ini juga menimbulkan penyusutan total aset.

Namun, buyback dinilai tidak memberikan dampak negatif terhadap kinerja laba bersih perseroan atau laba bersih per saham ASII selepas buyback. Justru, laba bersih per saham diprediksi meningkat menjadi Rp608 per saham selepas buyback.

Aksi buyback akan digelar ASII pada periode 19 Januari–25 Februari 2026. Nantinya, seluruh saham yang dibeli kembali dalam aksi korporasi ini akan disimpan sebagai saham treasuri oleh ASII.

Selain dalam tujuan memberikan keyakinan kepada investor atas nilai saham ASII, aksi ini juga diharapkan mampu menstabilkan harga saham perseroan di dalam kondisi pasar yang fluktuatif.

“Pembelian kembali saham juga memberikan fleksibilitas bagi perseroan dalam mengelola modal jangka panjang di mana saham treasuri dapat dijual di masa yang akan datang dengan nilai yang optimal jika perseroan memerlukan penambahan modal,” katanya.

Astra International Tbk. - TradingView

Nantinya, buyback akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan ASII menunjuk satu perusahaan efek untuk melakukan aksi korporasi ini. Pembelian kembali saham dapat dihentikan sebelum tenggat waktu jika dana yang telah digelontorkan mencapai Rp2 triliun atau perseroan memutuskan untuk itu.

Adapun aksi serupa baru saja dilakukan ASII pada November 2025 lalu. Nilai buyback saat itu juga berada pada level Rp2 triliun. Selama periode buyback itu, ASII telah melakukan pembelian kembali saham sebanyak 305.213.900 saham, dengan nilai keseluruhan Rp1,99 triliun. 

Aksi buyback itu baru saja dihentikan oleh manajemen pada 13 Januari 2026, yang sedianya berlangsung hingga 30 Januari 2026.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemerintah Buka 156 Prodi Spesialis Kedokteran
• 21 jam lalugenpi.co
thumb
Banjir Kudus: Terminal Induk Jati Lumpuh Total dengan Genangan hingga 50 Sentimeter
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Eks Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Dibui 5 Tahun Terkait Darurat Militer
• 17 jam laludetik.com
thumb
Sekjen PBB Kecam Iran Represif ke Rakyat Demonstran
• 15 jam lalumediaindonesia.com
thumb
DKI Jakarta Siapkan Rp31 Miliar untuk Operasi Modifikasi Cuaca 2026
• 6 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.