Prabowo Kumpulkan Pimpinan TNI di Istana, Bahas Arah Strategi Pertahanan

suara.com
3 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto bertemu pucuk pimpinan TNI di Istana Merdeka pada Jumat (16/1/2026) membahas keamanan regional.
  • Pertemuan tersebut dihadiri Panglima TNI beserta Kepala Staf Angkatan untuk menerima arahan strategis Presiden.
  • Fokus arahan mencakup strategi pertahanan, keamanan, geostrategi, serta pentingnya modernisasi alutsista TNI.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto kembali mengumpulkan jajaran pucuk pimpinan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (16/1/2026). Pertemuan ini digelar di tengah dinamika keamanan regional dan agenda modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) yang terus digenjot pemerintah.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan, pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Panglima TNI beserta Wakil Panglima, serta para Kepala Staf Angkatan Darat, Laut, dan Udara.

“Presiden Prabowo Subianto menerima pertemuan rutin bersama beberapa pejabat utama Tentara Nasional Indonesia (TNI), di antaranya Panglima dan Wakil Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Darat, Laut, dan Udara, di Istana Merdeka, Jakarta,” kata Teddy dalam keterangan tertulis pada Sabtu (17/1/2026).

Dalam pertemuan itu, Prabowo didampingi Menteri Pertahanan, Menteri Sekretaris Negara, dan Sekretaris Kabinet. Prabowo disebut tidak hanya mendengar laporan, tetapi juga memberikan arahan langsung terkait langkah strategis TNI ke depan.

Menurut Teddy, Presiden menekankan sejumlah isu krusial, mulai dari strategi pertahanan dan keamanan hingga arah geostrategi Indonesia dalam menghadapi tantangan global dan kawasan.

“Menyampaikan beberapa arahannya sebagai Panglima Tertinggi kepada pucuk pimpinan TNI terkait strategi pertahanan dan keamanan, serta rencana geostrategi mendatang,” ujarnya.

Pertemuan tertutup ini menegaskan pola kepemimpinan Prabowo yang memilih berkomunikasi langsung dengan pimpinan militer. Selain memperkuat koordinasi lintas matra, Prabowo juga menyoroti pentingnya modernisasi pertahanan sebagai bagian dari kepentingan strategis nasional.

Meski digelar rutin, Istana tidak merinci secara spesifik isu sensitif apa saja yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

Baca Juga: Jejak Politisi dan Oligarki di Balik Banjir Sumatra, JATAM Bongkar Nama-nama Besar


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Waspada! Hujan Lebat hingga Banjir Rob di Banten 17–22 Januari
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kades dan Sekdes di Sumut Korupsi Dana Desa Rp 500 Juta, Modus Bikin LPJ Palsu
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
UNJ Peduli Ulurkan Bantuan Kemanusiaan Bagi Korban Terdampak Bencana di Aceh Melalui Satgas UTU Peduli
• 18 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kasus Pengunjung Pukul Pegawai Karaoke di Parung Bogor Berakhir Damai
• 13 menit laludetik.com
thumb
Oliver Glasner Konfirmasi Keputusan Besar di Crystal Palace yang Bisa Membuatnya Latih MU Musim Depan
• 22 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.