Polisi Pastikan Medis Tetap Tersedia di Wilayah Terdampak Bencana

tvrinews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Nirmala Hanifah

TVRINews, Aceh Tengah

Polri memastikan kondisi kesehatan warga di wilayah terpencil Kabupaten Aceh Tengah tetap terpantau pascabencana banjir bandang dan tanah longsor. Upaya tersebut dilakukan melalui langkah jemput bola dengan menurunkan personel ke daerah yang terisolir akibat rusaknya akses jalan.

Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufiq mengatakan, personel gabungan Polres Aceh Tengah yang terdiri dari Dokkes Polres Aceh Tengah, BKO Brimob Polda Aceh, dan Satintelkam Polres Aceh Tengah menyusuri jalur terputus menuju Kampung Atu Payung, Kecamatan Linge pada Kamis, 1 Januari 2026.

Kegiatan ini dilakukan menyusul laporan masyarakat terkait kondisi kesehatan seorang bayi di wilayah tersebut.

Tak hanya itu, ia menegaskan bahwa jajarannya diminta untuk tidak menunggu kondisi normal, tetapi aktif mendatangi masyarakat yang membutuhkan bantuan.

“Kami tidak menunggu laporan berhenti di meja. Anggota kami turun langsung memastikan kondisi warga, khususnya kelompok rentan seperti bayi dan anak-anak,” kata AKBP Muhammad Taufiq.

Akses menuju Kampung Atu Payung terbilang sulit. Setelah kendaraan tidak dapat melanjutkan perjalanan, personel harus berjalan kaki melewati medan berlumpur, licin, serta area yang masih tertutup material longsor. Kondisi tersebut diperparah oleh cuaca yang tidak stabil.

Setelah tiba di lokasi, tim medis melakukan pemeriksaan terhadap bayi berinisial RJ, berusia sekitar lima bulan. Dokter Klinik Polres Aceh Tengah memastikan bayi tersebut dalam kondisi sehat.

“Secara medis bayi dinyatakan sehat. Kondisi kulit yang sempat dikhawatirkan masyarakat berkaitan dengan cacar air dan penggunaan pengobatan tradisional,” jelas dokter Klinik Polres Aceh Tengah.

Selain memastikan kondisi bayi, tim Polres Aceh Tengah juga memberikan layanan kesehatan kepada warga di Kampung Atu Payung, Kampung Jamur Koyel, dan Kampung Serule. 

Sejumlah warga mengeluhkan gangguan kesehatan seperti tekanan darah tinggi, gangguan lambung, flu, asma, alergi kulit, serta keluhan akibat penyakit kronis.

Dalam kesempatan tersebut, petugas juga melakukan pendataan terhadap dua anak yang terindikasi mengalami stunting untuk ditindaklanjuti bersama instansi terkait.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan kehadiran Polri di wilayah terdampak bencana merupakan bagian dari tanggung jawab institusi dalam memastikan keselamatan dan kesehatan masyarakat.

“Polri hadir untuk memastikan informasi yang berkembang ditangani secara profesional sekaligus memberikan pelayanan nyata kepada masyarakat,” ujar Trunoyudo.

Ia menambahkan, meskipun pengungsian telah berakhir, pemulihan di wilayah terdampak masih membutuhkan perhatian serius, terutama terkait akses jalan, penerangan, dan layanan dasar.

“Situasi pascabencana tidak berhenti ketika warga kembali ke rumah. Kami terus mendorong koordinasi lintas sektor agar pemulihan berjalan optimal,” katanya.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bupati Aceh Tamiang Minta Huntap-Dana Pangan Rp 1 Juta Selama 6 Bulan ke Prabowo
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Curhat soal Banjir Sumatra: Tidak Datang Salah, Datang Juga Dipersoalkan
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
TNI AL Terus Hadirkan Layanan Kesehatan dan Trauma Healing bagi Masyarakat Aceh
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Bulog Tanjungpinang Pantau Harga Beras Jelang Tahun Baru 2026
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
600 Huntara di Aceh Dibangun dalam Waktu 8 Hari, Prabowo: Kewajiban Kita
• 4 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.