BYD Laporkan Pertumbuhan Penjualan Terendah Dalam Lima Tahun, Tapi Berhasil Salip Tesla

republika.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING — Produsen kendaraan listrik (EV) asal China, BYD, melaporkan pertumbuhan penjualan terendah dalam lima tahun terakhir pada 2025. Kinerja tersebut mencerminkan tekanan yang semakin kuat di pasar domestik, mulai dari ketatnya persaingan hingga melemahnya keunggulan teknologi perusahaan.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1754473276648-0'); });

Dilansir Reuters, Jumat (2/12/2026), pertumbuhan penjualan BYD tercatat hanya 7,73 persen sepanjang 2025. Angka ini menjadi laju pertumbuhan paling lambat dalam lima tahun, seiring perusahaan menghadapi persaingan yang kian sengit di dalam negeri serta tantangan mempertahankan posisi teknologi di industri kendaraan listrik China.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Baca Juga
  • Sorotan Kenaikan Harga Tiket ke Museum Nasional
  • Granada 1492 dan Jalan Panjang Kolonialisme di Nusantara
  • Puluhan Tewas, 100 Orang Lebih Luka dalam Kebakaran Hebat di Resor Ski Swiss

Dalam laporan ke bursa pada Kamis, BYD mencatat penjualan pada Desember turun 18,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini memperpanjang tren negatif selama empat bulan berturut-turut dan menjadi penurunan bulanan terbesar dalam hampir dua tahun.

Secara kumulatif sepanjang 2025, penjualan BYD naik 7,73 persen menjadi sekitar 4,6 juta unit, sesuai dengan target yang telah direvisi turun. Perusahaan memangkas target penjualan 2025 sebesar 16 persen setelah penjualan domestik melemah sejak Juli, di tengah tekanan dari para pesaing di segmen kendaraan listrik murah, termasuk Geely dan Leapmotor.

'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}

Media China Southern Metropolis Daily melaporkan bahwa penurunan penjualan BYD di pasar domestik pada 2025 disebabkan oleh melemahnya kepemimpinan teknologi perusahaan. Laporan tersebut mengutip pernyataan Ketua BYD, Wang Chuanfu, dalam konferensi investor pada Desember lalu.

Wang mengatakan perusahaan akan meluncurkan inovasi besar pada 2026, tanpa merinci lebih lanjut bentuk inovasi tersebut.

Pada Februari, BYD menawarkan fitur bantuan mengemudi otonom canggih pada kendaraan listrik dengan harga mulai sekitar 9.555 dolar AS. Perusahaan juga meluncurkan dua model yang dibekali teknologi pengisian daya ultra-cepat pada Maret. Namun, langkah tersebut belum mampu menahan laju hilangnya pangsa pasar ke tangan para pesaing.

Pemangkasan harga besar-besaran pada lebih dari 20 model yang dilakukan BYD pada Mei lalu memicu aksi jual saham di sektor otomotif China. Langkah itu juga mendorong peringatan publik yang jarang terjadi dari Ketua Great Wall Motor, yang menyebut industri otomotif terbesar di dunia tersebut berada dalam kondisi tidak sehat.

Setelah itu, BYD memperlambat produksi dan menunda rencana ekspansi kapasitas, seperti dilaporkan Reuters pada Juni. Pada November, Reuters juga melaporkan BYD telah memberi tahu sejumlah pemasok bahwa perusahaan ingin menghentikan penggunaan surat utang internal sebagai alat pembayaran, sebuah perubahan besar dari praktik yang selama ini menopang pertumbuhan BYD, namun dikritik karena merugikan produsen komponen.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Reuters
Advertisement
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1676653185198-0'); });

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Analis Sebut Pilkada Langsung Perlu Dievaluasi, tapi Tak Mengembalikan Pemilihan ke DPRD
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
BMKG Nyatakan Siklon Iggy di Samudera Hindia Selatan DIY Telah Punah
• 51 menit lalukumparan.com
thumb
Rincian Biaya Pembuatan SIM Baru 2026 Terlengkap untuk Pemohon
• 1 jam lalunarasi.tv
thumb
Negara yang Terlalu Rumit untuk Dipahami
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Pontang-panting Selamatkan APBN, Purbaya 'Paksa' BI Setor Surplus Lebih Awal
• 3 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.