Semangat Kemanusiaan Jadi Motor Kebangkitan UMKM di Aceh Tamiang Pascabanjir

tvrinews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ricardo Julio

TVRINews, Aceh Tamiang

Semangat kebangkitan ekonomi masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, perlahan mulai menunjukkan geliat positif setelah diterjang banjir besar satu bulan lalu. Salah satu potret ketangguhan warga terlihat dari Ibu Arnis, pemilik Rumah Makan Salero Awak, yang kini mulai mengoperasikan kembali usahanya setelah melewati masa sulit.

Ibu Arnis mengungkapkan bahwa rumah makannya baru kembali dibuka dalam enam hari terakhir. Hal ini dilakukan setelah dirinya melalui proses pembersihan yang panjang akibat endapan lumpur sisa banjir setinggi satu meter yang memenuhi seluruh area bangunan serta merusak peralatan dapur.

"Tiga minggu (pembersihan). Seminggu kita dengan nyorong (bersihkan) lumpurnya saja. Lumpurnya sedalam satu meter. Posisi alat-alat berserakan. Meja di atas meja, lemari di atas meja,” tutur Arnis, Jumat 2 Januari 2025.

Di tengah kerusakan infrastruktur dan kerugian materiil, Arnis memilih untuk menghadapi musibah tersebut dengan keteguhan hati. Baginya, segala bentuk kehilangan yang dialami merupakan bagian dari ujian kehidupan.

“Kalau nengok apa, sedih ya, tapi itu hanya titipan kan. Kita kembalikan saja ke Yang Kuasa,” ujarnya.

Motivasi utama untuk segera bangkit dan kembali berjualan diakui lahir dari rasa tanggung jawab terhadap para pekerjanya. Saat ini, Arnis mempekerjakan 15 orang karyawan yang sebagian besar adalah janda dan kelompok ekonomi rentan yang tempat tinggalnya turut hanyut diterjang banjir.

“Dengan nengok pada karyawan saya, rata-rata rumahnya hilang. Habis. Itulah yang membuat ibu bangkit. Rasa kemanusiaan. Kalau gak bangkit kembali, kita mau kasih makan apa. Itulah yang membuat semangat ibu kembali,” ucapnya.

Berkat kolaborasi dengan petugas Pekerjaan Umum (PU) serta bantuan para relawan dalam proses normalisasi lingkungan, Rumah Makan Salero Awak kini mulai melayani pelanggan kembali. Meski masih dalam kondisi keterbatasan, Arnis mencatat adanya tren perbaikan pada omzet penjualan harian.

“Alhamdulillah omzetnya bagus. Walaupun dengan keterbatasan. Insya Allah ada kehidupan baru di balik musibah ini. Pasti ada peningkatan ekonomi, terutama Indonesia," kata Arnis.

Kisah Ibu Arnis diharapkan menjadi inspirasi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lainnya di Aceh Tamiang untuk tetap optimis dalam menata kembali perekonomian pascabencana.

Editor: Redaksi TVRINews


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wakapolri Tinjau Arus Balik Libur Nataru, Skema One Way hingga Contraflow Disiapkan
• 42 menit lalusuara.com
thumb
600 Huntara di Aceh Dibangun dalam Waktu 8 Hari, Prabowo: Kewajiban Kita
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Walhi Sumut Desak Pemerintah Tetapkan Bencana Ekologis di Sumatra Sebagai Bencana Nasional
• 17 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Negara yang Terlalu Rumit untuk Dipahami
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Finn Wolfhard Buka-bukaan Soal Proyek Pribadi Usai Stranger Things Berakhir
• 2 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.