Jakarta: Polri terus memaksimalkan bantuan dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatra. Hingga saat ini, Korps Bhayangkara itu telah mengerahkan total 86 unit alat berat dan 18 unit dump truck yang tersebar di wilayah Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan, bahwa Polri memahami betul beratnya situasi yang dihadapi masyarakat terdampak bencana. Maka itu, Polri tidak akan berhenti membantu hingga seluruh akses di lokasi bencana benar-benar pulih.
"Masih ada desa, kecamatan, dan permukiman warga yang membutuhkan bantuan, dan kami terus berupaya maksimal untuk menjangkau semuanya,” kata Trunoyudo salam keterangannya, Jumat, 2 Januari 2026.
Trunoyudo juga menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas kesabaran serta kekuatan masyarakat dalam menghadapi kondisi sulit ini. Polri mengajak para relawan dan seluruh elemen untuk terus bergandengan tangan membantu korban.
"Dengan kebersamaan, proses pemulihan akan jauh lebih cepat dan lebih kuat,” ungkap jenderal polisi bintang satu itu.
Baca Juga :
Bhabinkamtibmas Jadi Garda Terdepan Polri Penanganan Bencana AcehPengerahan tersebut dilakukan secara terbuka dan terukur untuk membersihkan lumpur dan material banjir, membuka akses jalan dan jembatan, menormalisasi aliran sungai, serta memulihkan fasilitas umum, sekolah, tempat ibadah, dan permukiman warga agar dapat kembali digunakan secepat mungkin.
Alat berat dan dump truck yang dikerahkan Polri membantu penanganan bencana di Sumatra. Foto: Istimewa.
Seperti di wilayah Aceh, Polri mengerahkan alat berat secara luas di berbagai kabupaten, mulai dari Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Bireuen, Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Selatan, hingga Aceh Tenggara.
Sedikitnya, 27 unit alat berat bekerja setiap hari untuk membuka akses desa dan kecamatan yang sempat terisolasi, membersihkan rumah warga yang tertimbun lumpur, membangun serta memperkuat tanggul sungai, hingga mengamankan harta benda masyarakat. Personel Polri juga bahu-membahu bersama warga mengoperasikan alat berat demi mempercepat pemulihan lingkungan tempat tinggal.
Sementara di Sumatra Barat, Polri mengerahkan 12 unit alat berat dan 10 unit dump truck di Kabupaten Padang Pariaman, Agam, dan Pasaman Barat. Alat berat difokuskan untuk membuka kembali akses nagari dan jorong, membersihkan pemukiman dan fasilitas layanan publik, serta memastikan jalur distribusi logistik masyarakat dapat kembali berjalan.
Upaya ini dilakukan secara berkelanjutan seiring masih ditemukannya lumpur tebal dan material banjir di sejumlah titik.
Kemudian, di Sumatra Utara dikerahkan 47 unit alat berat di wilayah Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, dan Tapanuli Utara. Fokus utama diarahkan pada pembukaan jalur transportasi yang tertutup longsor, pembersihan material banjir di kawasan padat penduduk, serta pemulihan akses antarwilayah agar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat dapat segera pulih.


