Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Pemerintah mempercepat pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga terdampak bencana di sejumlah wilayah Aceh. Krisis air bersih menjadi perhatian khusus Presiden, menyusul rusaknya jaringan PDAM dan sumber air di beberapa daerah terdampak parah.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan bahwa kerusakan infrastruktur air tidak hanya terjadi pada jaringan pipa, tetapi juga pada sumber air, sehingga proses pemulihan membutuhkan waktu lebih panjang. Hal itu disampaikan dalam konferensi pers, pada Jumat, 2 Januari 2026.
"Ini menjadi atensi Bapak Presiden terkait pemenuhan kebutuhan air bersih. Di beberapa daerah seperti Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Aceh Tengah, bukan hanya pipanya yang terdampak, tetapi sumber airnya juga rusak," ujar Abdul Muhari, dikutip dari YouTube BNPB Indonesia, Jumat, 2 Januari 2026.
Meski penggantian pipa PDAM terus dilakukan, BNPB bersama TNI, Polri, Kementerian PU, dan pemerintah daerah mengambil langkah cepat dengan membangun sumur bor sebagai solusi sementara.
Di Aceh Utara, BNPB bekerja sama dengan TNI AD membangun 10 titik sumur bor, sementara di Aceh Tamiang terdapat 24 titik, dengan 6 titik di antaranya masih dalam proses pengeboran. Selain itu, Polri telah menyiapkan 146 titik sumur bor yang sudah siap digunakan.
Sementara itu, Kodam Iskandar Muda membangun 121 unit sumur bor yang tersebar di beberapa wilayah, dengan rincian 69 titik telah selesai, 21 titik dalam pengerjaan, dan 31 titik masih dalam tahap persiapan serta penggeseran alat dan personel.
"Dari 121 titik tersebut, paling banyak berada di Aceh Tamiang sebanyak 80 titik, disusul Aceh Utara 24 titik, Bireuen 6 titik, Bener Meriah 5 titik, Pidie Jaya 3 titik, dan Aceh Timur 3 titik," jelasnya.
Selain itu, Kementerian PU juga membangun sumur bor di 12 kecamatan di Aceh Tamiang. Meski saat ini fokus terbesar berada di Aceh Tamiang, BNPB memastikan pembangunan sumur bor akan terus diperluas ke wilayah lain sesuai kebutuhan dan permintaan warga terdampak.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih jangka pendek, distribusi air juga dilakukan melalui mobil tangki, baik secara langsung ke masyarakat maupun melalui hidran toren sebagai tempat penampungan sementara.
Kemudian Abdul Muhari menambahkan, sumur bor yang dibangun terdiri dari dua jenis. Sumur bor dangkal dimanfaatkan untuk kebutuhan kebersihan dan pembersihan lingkungan, sementara sumur bor dalam digunakan khusus untuk pemenuhan air bersih dan air minum.
"Sumur bor dangkal banyak dimanfaatkan untuk mendukung proses pembersihan menggunakan pompa bertekanan tinggi, sedangkan sumur bor dalam untuk kebutuhan air minum masyarakat," ungkapnya.
Editor: Redaktur TVRINews



