Pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) di Dusun Nibul, Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau dilaporkan meledak dan terbakar pada Jumat (2/1). Dilansir Antara, ledakan itu membuat api berkobar hingga ketinggian 15 meter, sekitar pukul 16.35 WIB.
Kepala Polres Indragiri Hilir AKBP Farouk Oktora menyampaikan bahwa personel kepolisian telah berada di lokasi kejadian dan masyarakat telah diimbau untuk menghentikan sementara aktivitas melintas, baik dari arah Jambi menuju Riau maupun sebaliknya.
“Personel sudah berada di TKP. Masyarakat yang melintasi jalur menuju Jambi atau sebaliknya kami imbau untuk berhenti sementara. Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak perusahaan gas agar segera melakukan manajemen krisis dan pemutusan alur pipa,” kata Farouk dalam keterangannya.
Farouk menjelaskan, peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, masyarakat mendengar ledakan yang diduga berasal dari pipa gas tanam milik PT TGI. Tak lama kemudian, api menyembur ke udara dari lokasi pipa itu.
Merespons situasi tersebut, Kapolsek Kemuning bersama personel segera mendatangi lokasi kejadian guna melakukan pengamanan serta langkah-langkah antisipasi. Personel kepolisian juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak mendekati lokasi kejadian demi menghindari risiko bahaya akibat semburan api dan gas.
Menurut Keterangan petugas yang berwenang bahwa penyekatan arus gas telah dilakukan penutupan atau penyekatan. Menurut mereka dalam tiga jam mudah mudahan sudah padam dan diharapkan kepada masyarakat agar bersabar.
Lalu, sebagai tindak lanjut situasi, Farouk mengimbau masyarakat yang melintas ke arah Jambi atau sebaliknya agar istirahat dulu menunggu situasi kondusif. Selain itu, personel Polsek Kemuning melakukan pengaturan arus lalu lintas di Jalan Lintas Timur.
"Personel menyiapkan penutupan sementara arus kendaraan dari dua arah, baik dari Pekanbaru maupun Jambi, apabila situasi di lapangan mengharuskan," ujarnya.
Berdasarkan data sementara, tidak terdapat korban jiwa maupun warga terdampak, mengingat jarak pipa gas dengan permukiman warga sekitar lebih kurang 500 meter. Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian terpantau aman dan kondusif, meskipun kondisi cuaca dilaporkan hujan lebat dan api masih menyala.





