Banjir susulan kembali menerjang sejumlah titik di Kota Padang, Sumatera Barat, akibat curah hujan tinggi yang mengguyur sejak Kamis malam. Dampak terparah terjadi di akses penghubung wilayah Koto Tuo menuju Batu Busuak, Kecamatan Pauh, yang kini putus total, Jumat, 2 Januari 2026.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang Hendri Zulfiton mengonfirmasi bahwa jalan satu-satunya menuju kawasan tersebut amblas pada Jumat dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Kerusakan infrastruktur ini dipicu oleh terjangan air bah dari luapan Sungai Batang Kuranji. Akibatnya, sekitar 300 Kepala Keluarga (KK) di Batu Busuak kini terisolasi karena kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.
Hendri menjelaskan bahwa hujan deras yang mengguyur sejak malam hari menyebabkan debit air sungai meningkat drastis menjelang subuh.
"Hujan memang lebat dari tadi malam. Sekitar pukul 04.00 WIB, air meningkat sehingga jalan di Lambung Bukit terputus sepanjang kurang lebih 15 meter. Jadi memang sekarang akses ke Batu Busuak lumpuh, kendaraan tidak bisa masuk lagi. Putus total," ujarnya.
Saat ini, pihak kelurahan tengah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menentukan langkah penanganan darurat guna membuka kembali akses warga.
Selain memutus akses jalan di Pauh, banjir juga melanda kawasan Pasar Lalang, Kecamatan Kuranji, pada Jumat siang. Luapan Sungai Batang Pasar Lalang merendam belasan rumah warga dan menenggelamkan sekitar 50 hektare sawah.
Arus banjir yang deras memaksa Tim SAR gabungan turun tangan untuk mengevakuasi warga yang panik. Ketua RT setempat menduga banjir kali ini diperparah oleh adanya longsor di bagian hulu sungai, sehingga volume air yang turun ke pemukiman semakin besar.
(Farouq Faza Bagjawan Alnanto)



