Jakarta: Upah minimum menjadi indikator penting untuk melihat tingkat kesejahteraan pekerja di suatu negara. Meski nilainya tidak selalu mencerminkan biaya hidup secara utuh, data upah minimum sering digunakan untuk membandingkan kondisi tenaga kerja lintas negara.
Di sejumlah negara, upah minimum masih berada pada level yang sangat rendah, dipengaruhi oleh struktur ekonomi, produktivitas, stabilitas politik, serta kebijakan ketenagakerjaan.
Mengutip dari beragam sumber, berikut adalah daftar negara dengan upah minimum terendah di dunia, berdasarkan kisaran nominal bulanan dan praktik kebijakan ketenagakerjaan yang berlaku. 1. Burundi Burundi kerap masuk dalam daftar negara termiskin di dunia. Upah minimum nasional di negara Afrika Timur ini sangat rendah, bahkan dalam praktiknya banyak pekerja sektor informal tidak memiliki standar upah resmi. Ketergantungan pada sektor pertanian tradisional menjadi salah satu faktor utama. 2. Malawi Malawi menetapkan upah minimum yang sangat kecil jika dikonversi ke dolar AS. Tingginya angka kemiskinan dan dominasi sektor pertanian subsisten membuat daya tawar pekerja relatif lemah, terutama di wilayah pedesaan. 3. Mozambik Mozambik memiliki struktur upah minimum yang berbeda-beda tergantung sektor. Namun secara umum, upah minimumnya masih termasuk yang terendah di dunia, terutama di sektor pertanian dan manufaktur dasar. 4. Niger Sebagai salah satu negara dengan Indeks Pembangunan Manusia terendah, Niger menghadapi tantangan besar dalam menciptakan lapangan kerja formal. Upah minimum nasional berada di level sangat rendah dan sering kali tidak mencukupi kebutuhan dasar. 5. Haiti Haiti merupakan salah satu negara dengan upah minimum terendah di belahan barat dunia. Meski pemerintah menetapkan upah minimum harian, nilainya masih jauh di bawah standar negara-negara Amerika Latin lainnya. 6. Madagaskar Madagaskar memiliki upah minimum yang rendah, khususnya bagi pekerja di sektor garmen dan pertanian. Ketergantungan pada ekspor bahan mentah dan industri padat karya berupah murah menjadi faktor penentu. 7. Ethiopia Berbeda dengan banyak negara lain, Ethiopia lama tidak memiliki upah minimum nasional untuk sektor swasta. Akibatnya, upah pekerja—terutama di industri tekstil—tergolong sangat rendah menurut standar global. 8. Nepal Nepal menetapkan upah minimum nasional, namun nilainya masih tergolong rendah secara internasional. Banyak warga usia produktif memilih bekerja ke luar negeri karena keterbatasan pendapatan di dalam negeri. 9. Yaman Konflik berkepanjangan membuat sistem ketenagakerjaan di Yaman nyaris lumpuh. Upah minimum sulit diterapkan secara efektif, dan pendapatan pekerja berada pada level yang sangat rendah.
Baca juga: Ini 5 Provinsi dengan UMP 2026 Terendah




