PBB merespons penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya yang dilakukan militer Amerika Serikat.
IDXChannel - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merespons penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya yang dilakukan militer Amerika Serikat.
Dilansir dari Sputnik, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres memandang tindakan militer Amerika Serikat terhadap Venezuela merupakan hal yang mengkhawatirkan.
"Ini dapat menciptakan preseden berbahaya," kata Juru bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric, Minggu (4/1/2026)
"Terlepas dari situasi di Venezuela, sederet perkembangan ini merupakan preseden yang berbahaya. Sekretaris Jenderal terus menekankan pentingnya penghormatan penuh terhadap hukum internasional, termasuk Piagam PBB," lanjut Dujarric.
Dia menambahkan, pihaknya sangat prihatin bahwa aturan hukum internasional tidak dihormati.
"Kami sangat prihatin dengan eskalasi baru-baru ini di Venezuela, sekaligus memperingatkan potensi implikasi yang mengkhawatirkan bagi kawasan tersebut," katanya.
Guterres mendesak semua pihak di Venezuela untuk terlibat dalam dialog inklusif.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya.
"Amerika Serikat telah berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya," kata Trump di platform media sosial Truth Social miliknya.
Trump mengatakan bahwa aparat AS membawa Maduro dan istrinya keluar Venezuela. Trump tidak memerinci bagaimana operasi penangkapan dilakukan atau lembaga apa saja yang terlibat.
Maduro didakwa di pengadilan AS atas tuduhan terorisme dan narkoba pada 2020.
AS melancarkan serangan udara ke ibu kota Caracas dan wilayah Venezuela lainnya pada Sabtu subuh waktu setempat. Pemerintah Venezuela mengatakan bahwa serangan tersebut menargetkan infrastruktur sipil dan militer di ibu kota Caracas dan negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira.
(Nur Ichsan Yuniarto)


