Rusia tak akan Buat Mudah AS Ambil Alih Venezuela

republika.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Rusia sepertinya tidak akan membuat Amerika Serikat mudah mengambil alih Venezuela dan mengendalikan minyak negara Amerika Latin tersebut. Rusia ingin memulihkan tatanan hukum di Venezeula setelah Presiden Nicolas Maduro ditangkap.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1754473276648-0'); });

Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Belarusia dan Rusia, Maxim Ryzhenkov dan Sergey Lavrov membahas situasi di Venezuela melalui telepon. "Keduanya sepakat untuk segera memulihkan tatanan hukum di negara itu, kata Kementerian Luar Negeri Belarusia pada Sabtu.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Baca Juga
  • Kim Jong-un Kirim Pesan Tahun Baru ke Prajurit Korut yang Bela Rusia Lawan Ukraina
  • Rusia: KTT G20 di AS Fokus Ekonomi, Isu Geopolitik Dibahas Menlu
  • Rusia Tambah Rudal Pembawa Nuklir di Belarus

"Perbincangan via telepon berlangsung antara Maxim Ryzhenkov dan Sergey Lavrov. Mereka membahas situasi di Venezuela…," menurut pernyataan itu.

Rusia dan Belarusia ingin segera mengembalikan situasi Venezuela ke kerangka hukum dan memastikan penilaian hukum internasional yang komprehensif atas peristiwa yang terjadi di Venezuela.

'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}

Kedua menteri juga sepakat untuk mengoordinasikan upaya secara erat di platform internasional utama, termasuk PBB.

"Mereka sepakat bahwa situasi saat ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keamanan regional dan global, yang merupakan pelanggaran yang tidak dapat diterima terhadap prinsip-prinsip hukum internasional yang utama, terutama penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah," tulis pernyataan itu.

Sebagai tanggapan, Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengatakan bahwa kedua negara bersatu mengecam keras agresi AS terhadap Venezuela yang melanggar norma-norma hukum internasional.

Seperti diketahui Rusia merupakan salah satu sekutu terdekat dari Nicolas Maduro yang berhaluan sosialis. Jika Venezuela diambil alih, maka Rusia akan kehilangan satu sekutu di Amerika Latin.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1676653185198-0'); });

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Resmi Pamit, Federico Barba Akhiri Kiprah Singkat Bersama Persib
• 35 menit lalufajar.co.id
thumb
Kurs Rupiah Hari Ini: Dollar AS Tergelincir, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.730
• 7 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kemenkeu Pede Ekonomi 2026 Lebih Kuat Ditopang Sejumlah Capaian Positif di Akhir 2025
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Nikah Siri dan Poligami Bisa Dipenjara berdasarkan KUHP Baru, Adi Prayitno: Agama Membolehkan
• 6 jam lalufajar.co.id
thumb
Cuma Rebahan Bisa Hasilkan Cuan Gede? Cek Aplikasi Penghasil Uang di 2026
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.