FAJAR.CO.ID, BANDUNG — Persib Bandung resmi kehilangan salah satu pilar penting di lini pertahanan. Bek asal Italia, Federico Barba, memastikan tidak akan melanjutkan kebersamaannya dengan Maung Bandung dan memilih kembali ke Eropa untuk menyelesaikan persoalan keluarga yang mendesak.
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Federico Barba melalui akun Instagram pribadinya, @fedebarba19. Barba merespons sejumlah pertanyaan dari Bobotoh yang menanyakan kelanjutan kariernya bersama Persib Bandung di tengah bergulirnya kompetisi.
Dalam beberapa balasan komentar, pemain berusia 31 tahun itu mengonfirmasi bahwa keputusannya meninggalkan Persib bukan didasari faktor teknis maupun nonteknis klub. Ia menegaskan langkah tersebut murni diambil karena alasan keluarga yang mengharuskannya segera kembali ke Eropa.
“Entah main ke mana, tapi harus balik ke Eropa demikeluarga,” tulis Barba dalam salah satu balasan komentarnya. Ia juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Bobotoh atas keputusannya hengkang di tengah musim. “Terima kasih atas pesan ini. Saya mohon maaf kepada kalian semua tetapi masalah keluarga yang serius membutuhkan saya segera kembali ke Eropa A,” ungkap Barba.
Federico Barba baru bergabung dengan Persib Bandung pada awal musim ini. Meski masa baktinya terbilang singkat, kehadiran mantan pemain Benevento dan Parma tersebut langsung memberi dampak signifikan terhadap performa lini belakang Maung Bandung. Pengalamannya bermain di kompetisi Eropa membuat Barba tampil tenang, disiplin, dan piawai membaca permainan lawan.
Selama setengah musim membela Persib, Barba tercatat tampil dalam 16 pertandingan di berbagai ajang. Ia menjadi salah satu sosok yang kerap diandalkan pelatih untuk menjaga stabilitas pertahanan, terutama dalam laga-laga krusial. Tak hanya solid dalam bertahan, Barba juga memberikan kontribusi nyata dalam fase menyerang.
Dari 16 penampilan tersebut, Barba sukses mencetak tiga gol dan satu assist, sebuah catatan impresif bagi seorang bek tengah. Produktivitas tersebut memperlihatkan perannya yang aktif dalam situasi bola mati serta kemampuannya membantu tim saat membangun serangan dari lini belakang. Menariknya, sepanjang periode itu Barba hanya mengoleksi satu kartu kuning, mencerminkan gaya bermainnya yang bersih dan penuh kontrol.
Kepergian Federico Barba jelas menjadi pekerjaan rumah bagi Persib Bandung. Kehilangan bek berpengalaman di tengah kompetisi menuntut manajemen dan tim pelatih bergerak cepat untuk mencari solusi, baik melalui pemain yang sudah ada maupun mendatangkan pengganti pada bursa transfer. Stabilitas lini belakang menjadi aspek krusial dalam persaingan papan atas, sehingga absennya Barba berpotensi memengaruhi keseimbangan tim.
Di sisi lain, kepergian Barba juga meninggalkan kesan positif bagi Bobotoh. Sikap profesional dan keterbukaannya menyampaikan alasan hengkang membuat banyak pendukung memahami situasi yang dihadapinya. Ucapan perpisahan Barba pun diwarnai nuansa emosional, dengan ungkapan terima kasih kepada klub dan suporter yang telah menerimanya dengan hangat selama berada di Bandung.
Kini, Federico Barba dipastikan akan kembali ke Italia atau Eropa, meski belum mengungkap klub tujuan selanjutnya. Sementara itu, Persib Bandung harus bersiap membuka lembaran baru di lini belakang tanpa salah satu pilar utamanya.
5 Profil dan Statistik Federico Barba:Federico Barba lahir di Roma, Italia, pada 1 September 1993. Ia berposisi sebagai bek tengah dan dikenal memiliki postur ideal serta kemampuan duel udara yang kuat. Barba mengawali karier profesional di Italia dan sempat membela klub-klub Serie A dan Serie B seperti Empoli, Benevento, Parma, dan Pisa.
Bersama Persib Bandung, Barba mencatatkan 16 penampilan resmi. Ia mencetak tiga gol dan satu assist dalam setengah musim. Sepanjang membela Persib, Barba hanya menerima satu kartu kuning, menunjukkan tingkat disiplin yang tinggi. (zak/fajar)




