Liputan6.com, Jakarta - Halte Perpustakaan Nasional di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, kini tampil dengan wajah baru usai direvitalisasi. Meski telah beroperasi, halte tersebut masih menjalani masa uji coba.
Halte yang melayani pengguna Transjakarta itu mengusung konsep modern dengan bangunan tertutup penuh berbahan kaca untuk mendukung penggunaan pendingin ruangan (AC).
Advertisement
Area tunggu penumpang juga didesain lebih estetik dengan kursi berwarna kayu bernuansa hangat. Namun, berdasarkan pantauan Liputan6.com hingga pukul 12.00 WIB, Senin (5/1/2026), pintu geser otomatis yang menjadi akses utama menuju ruang tunggu ber-AC tidak dapat dibuka.
Sejumlah penumpang terlihat kebingungan saat hendak masuk maupun keluar halte.
Pintu geser tersebut berfungsi sebagai pembatas antara peron luar dan ruang tunggu berpendingin udara. Tidak berfungsinya pintu membuat penumpang harus menunggu di area luar halte.
Menanggapi kondisi tersebut, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, mengatakan halte ber-AC tersebut masih berada dalam tahap uji coba.
“Saat ini masih dalam tahap uji coba dan revitalisasi bertahap oleh PT Transjakarta, prioritas dulu di halte dengan volume penumpang tinggi di pusat kota,” kata Chico saat dikonfirmasi, Senin (5/1/2026).
Ia menjelaskan, uji coba halte ber-AC merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi publik.
“Halte ini diuji coba sebagai bagian dari peningkatan layanan transportasi publik, termasuk membuat halte lebih nyaman, manusiawi, dan tahan terhadap cuaca,” ujarnya.




