Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap cabai rawit, daging ayam ras, hingga emas perhiasan menjadi komoditas utama inflasi bulanan (month-to-month/mtm) pada Desember 2025.
Untuk diketahui, inflasi di Desember 2025 berada di angka 0,64% atau lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya 0,17% dan November 2024 sebesar 0,44%.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi bulanan terbesar dengan inflasi sebesar 1,66% dan memberikan andil inflasi 0,48%.
Pudji menuturkan cabai rawit memberikan andil inflasi paling besar, yakni 0,17%, disusul daging ayam ras dengan andil 0,09%, bawang merah sebesar 0,07%, ikan segar sebesar 0,04%, serta telur ayam ras sebesar 0,03%.
“Komoditas lain yang juga memberikan andil inflasi [secara bulanan] adalah emas perhiasan dengan andil inflasi sebesar 0,07%, kemudian bensin dengan andil inflasi sebesar 0,03%, dan tarif angkutan udara dengan andil inflasi sebesar 0,02%”, kata Pudji dalam Rilis Berita Resmi Statistik BPS, Senin (5/1/2026).
Meski demikian, BPS mencatat masih terdapat komoditas yang menahan laju inflasi pada Desember 2025. Cabai merah tercatat mengalami deflasi dengan andil sebesar 0,03%.
Baca Juga
- Harga Komoditas dan Biaya Bimbel Naik, Inflasi Bali 2,9% pada Akhir 2025
- Majalengka Catat Inflasi Terendah di Jabar, Stabilitas Harga Paling Terjaga
- PascaBanjir Sumatra, Inflasi Sumut Tembus 4,66% per Desember 2025
Jika ditinjau berdasarakan komponen inflasi, seluruh komponen tercatat mengalami kenaikan harga. Inflasi Desember 2025 terutama didorong oleh komponen harga bergejolak (volatile food) yang mengalami inflasi sebesar 2,74% dan memberikan andil inflasi terbesar, yaitu 0,45%.
BPS mencatat komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen harga bergejolak antara lain cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, dan telur ayam ras.
Sementara itu, komponen inti mencatat inflasi sebesar 0,20% dengan andil 0,12%. Komoditas yang dominan mendorong inflasi inti adalah emas perhiasan dan minyak goreng.
Selain itu, komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 0,37% dan memberikan andil 0,07%, dengan komoditas utama pendorongnya meliputi bensin, tarif angkutan udara, dan tarif angkutan antarkota.


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2026%2F01%2F06%2Fe5bad8db-192a-49a9-b45b-fbcb8be9d6eb.jpg)


