Ekonom Sebut Harga Minyak Dunia Belum Terdongkrak Krisis Venezuela

viva.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Gejolak politik di Venezuela belum berdampak signifikan terhadap pergerakan harga minyak dunia.

Ekonom yang juga Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menuturkan hingga awal 2026, harga minyak mentah masih berada di level rendah. Dengan koreksi mencapai 22 persen dalam satu tahun terakhir, tanpa tanda-tanda rebound.

Baca Juga :
Pertamina EP Temukan Sumur Minyak Baru, Potensi Produksi 3.442 Barel Per Hari
Bantah Dijadikan Seperti Irak, Jenderal Senior AS Ungkap Alasan Trump Invasi Venezuela

Meskipun Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, Bhima menyebut kondisi geopolitik yang biasanya memicu lonjakan harga komoditas energi kali ini belum tercermin di pasar global. Gejolak geopolitik biasanya tercermin dari peralihan minat investor ke dolar AS sebagai aset aman (safe haven).

“Indeks dolar AS terhadap mata uang lain masih fluktuatif di level 98. Belum terlihat kepanikan investor global karena kejadian di Venezuela,” ujar Bhima di Jakarta, Senin, 5 Januari 2026.

Bhima pun menilai imbas terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia juga relatif kecil. Sehingga Indonesia tidak bisa mengandalkan tambahan penerimaan dari ekspor minyak, gas, batu bara, dan nikel hingga akhir 2026.

Diketahui, krisis politik Venezuela semakin memanas setelah serangan militer Amerika Serikat terhadap instalasi sipil dan militer pada Sabtu (3/2) dini hari menimbulkan ledakan besar di sejumlah negara bagian. Pemerintah Venezuela kemudian menetapkan keadaan darurat nasional.

Presiden AS Donald Trump membenarkan pihaknya melakukan serangan dan menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya, yang langsung dibawa ke AS.

Trump menyatakan pemerintahannya akan sementara memimpin Venezuela hingga transisi kekuasaan berlangsung. Ia juga mengumumkan rencana investasi miliaran dolar oleh perusahaan minyak AS untuk memulihkan produksi minyak di negara Amerika Selatan tersebut.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia menyerukan agar semua pihak mengedepankan dialog, menahan diri, serta mematuhi hukum internasional. (Ant)

Baca Juga :
Pertamina Pastikan Aset Minyak di Venezuela Tak Terdampak Serangan AS
Harga Minyak Dunia Rontok Usai AS Tangkap Presiden Venezuela, Bisa Senasib dengan Libya?
Anggota DPR Sebut Tindakan AS Cerminkan Politik Global Berbasis Kekuatan

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kata Kata Perjalanan Hidup Penuh Makna dan Motivasi
• 12 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Pemerintah Lanjutkan PPN DTP 100 Persen untuk Pembelian Rumah di 2026, Ini Ketentuannya
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Georgina Rodriguez, Anak Gembong Narkoba yang Kini Jadi Kekasih Ronaldo
• 2 jam lalurealita.co
thumb
Info Lalin di Tol Arah Jakarta Pagi Ini: Tol Jagorawi-Tol Janger Padat
• 4 jam laludetik.com
thumb
BNPB Ungkap Daerah Rawan Longsor dan Banjir Susulan di Aceh, Ini Daftarnya
• 17 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.