Ungkit 3 Kali Kalah Pilpres, Prabowo: Tidak Boleh Sakit Hati, Dendam, dan Benci

kompas.com
1 hari lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkit dirinya yang tiga kali kalah dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2009, 2014, dan 2019.

Namun, kekalahan tersebut tidak masalah oleh dirinya. Sebab dalam politik, Prabowo mengingatkan bahwa persaingannya memang keras dan ketat.

"Kalau masuk ke dalam kancah politik pasti persaingan sangat ketat. Keras, ketat, dan tidak ada masalah. Masuk lapangan bola pun persaingan sangat keras, mana ada orang yang mau kalah," ujar Prabowo saat memberikan sambutan dalam Perayaan Natal Nasional 2025, di Jakarta, Senin (5/1/2026).

Baca juga: Prabowo: Tahun 2025, Kita Tidak Impor Beras Sama Sekali

"Waktu kita kalah sepak bola saja sedihnya bukan main. Aku kalah pilpres berapa kali itu, sudah lupa, tapi tidak ada masalah. Tidak boleh kita sakit hati, tidak boleh dendam, tidak boleh benci, dan itu saya. Saya berusaha untuk teguh pada pendirian itu," sambungnya.

Prabowo menyampaikan, sikap pemaaf merupakan ajaran yang dijunjung tinggi oleh seluruh agama.

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=Prabowo Subianto, maaf, pilpres, Perayaan Natal Nasional 2025, kalah Pilpres&post-url=aHR0cHM6Ly9uYXNpb25hbC5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wNi8wODUyMzQ4MS91bmdraXQtMy1rYWxpLWthbGFoLXBpbHByZXMtcHJhYm93by10aWRhay1ib2xlaC1zYWtpdC1oYXRpLWRlbmRhbS1kYW4tYmVuY2k=&q=Ungkit 3 Kali Kalah Pilpres, Prabowo: Tidak Boleh Sakit Hati, Dendam, dan Benci§ion=Nasional' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send();

Menurutnya, nilai tersebut mengajarkan manusia untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan mengedepankan kebaikan dan persatuan.

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengutip ajaran Nasrani yang bersumber dari khotbah Yesus dalam Matius 5:39, yakni pesan tentang tidak membalas perlakuan buruk dengan tindakan serupa.

"Keluarga saya sebagian itu nasrani. Kalau ajaran nasrani yang paling pokok ya, kalau pipi kiri kita ditempeleng, kita harus kasih pipi kanan, betul ya? Karena waktu kecil saya sekolah Kristen juga. Jangan-jangan saya mengerti cerita-cerita di Bible lebih dari saudara-saudara, jangan-jangan," ujar Prabowo.

Baca juga: Prabowo: Kalau Dikritik, Malah Kita Harus Bersyukur

Ia menegaskan, dalam kehidupan pribadi maupun berbangsa, dirinya selalu berupaya mencari sisi kebaikan daripada mempertajam perbedaan.

Prabowo mengaku lebih memilih merangkul dan membangun persatuan ketimbang menciptakan perpecahan.

Kepala Negara juga menceritakan bahwa sikapnya yang mudah memaafkan kerap mendapat respons dari anggota keluarganya.

Baca juga: Prabowo: PDIP di Luar Pemerintahan tapi Saya Dukung Pramono Jadi Gubernur DKI

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

Menurut Prabowo, kesalahan seseorang tidak bisa terus-menerus dijadikan dasar penilaian tanpa melihat perubahan dan konteks waktu.

"Dan ini saya kira ajaran semua agama kita. Jadi saya kadang-kadang kalau di keluarga saya, beberapa saudara saya malah suka marah sama saya. Bowo kamu kenapa selalu (memaafkan)? Dia dulu begini-giniin kamu. Saya bilang, itu kan dulu. Sekarang keadaannya harus bersatu. Harus bersatu. Harus bekerja sama," tandas Prabowo.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mentan lapor Prabowo pembangunan 5 pabrik pupuk rampung sebelum 2029
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
MUI Soroti Pasal Nikah Siri dan Poligami dalam KUHP Baru
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
Skema Baru, PIHK Wajib Siapkan Tiga Petugas Haji Khusus untuk 45 Jamaah
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Tunggak Pembayaran, Aliran Listrik Kantor Desa Sumberjaya Bekasi Diputus PLN
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Kas Desa Kosong Imbas Dugaan Korupsi, Listrik Kantor Desa Sumberjaya Diputus
• 10 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.