Pantau - TNI Angkatan Darat (AD) mengirimkan tambahan unit alat berat dan mobil penjernih air ke wilayah-wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh guna mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Pengiriman bantuan logistik tersebut dilakukan melalui jalur laut dan dipantau langsung oleh Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, serta Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Djamari Chaniago.
Pemantauan dilakukan di Dermaga Satuan Angkutan Perairan (Satangair) TNI AD, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Selasa, 6 Januari 2026.
“Kami akan berkomitmen terus berlanjut untuk membantu penanggulangan bencana ini untuk mendukung tugas pemerintah,” ujar Jenderal Maruli.
28 Alat Berat dan 20 Mobil Penjernih Air Dikirim ke Tiga KodamBerdasarkan data dari ANTARA, jumlah alat berat yang dikirim TNI AD meliputi:
- 18 unit excavator
- 3 unit excavator long arm
- 7 unit bulldozer
Seluruh alat berat tersebut diangkut menggunakan kapal milik Angkatan Darat Republik Indonesia (ADRI).
Selain alat berat, turut dikirim 20 unit mobil penjernih air (water treatment) yang berfungsi untuk mengubah air kotor menjadi air bersih agar bisa digunakan oleh para pengungsi dalam kehidupan sehari-hari.
Kapal akan bergerak menuju tiga wilayah komando daerah militer (Kodam), yaitu:
- Kodam Iskandar Muda di Aceh
- Kodam Bukit Barisan di Sumatera Utara
- Kodam Tuanku Imam Bonjol di Sumatera Barat
Dari masing-masing kodam, alat berat akan didistribusikan ke titik-titik lokasi bencana yang telah ditentukan sebelumnya.
Harapan untuk Percepatan Pemulihan PascabencanaJenderal Maruli menegaskan bahwa pengiriman bantuan ini akan terus dilakukan secara bertahap guna mempercepat proses pembersihan lumpur dan puing akibat banjir bandang serta tanah longsor yang menutupi jalan, sekolah, dan rumah warga.
Ia berharap dengan adanya dukungan alat berat dan fasilitas penjernih air, proses pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak bencana dapat berjalan maksimal.




