Pemerintah China melontarkan komentar keras atas tindakan Amerika Serikat (AS) terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Pada akhir pekan lalu, pasukan elite AS menangkap Maduro dan membawanya ke AS untuk disidang atas kasus narkoba.
Menanggapi tindakan tersebut, Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyebut AS bertindak sebagai “hakim dunia”. Diplomat top China itu mempertanyakan legalitas penangkapan Maduro oleh AS.
Komentar Wang Yi soal Venezuela sejalan dengan kebijakan non-intervensi yang selama ini dianut China dalam merespons persoalan global. Beijing juga kerap mengkritik setiap tindakan militer terhadap negara lain jika tidak mendapat restu Dewan Keamanan PBB.
“Kami tak pernah bisa percaya ada negara di dunia yang bisa bertindak sebagai polisi dunia, ataupun kami bisa menerima ada negara yang mengeklaim diri sebagai hakim dunia,” kata Wang Yi saat berada di Pakistan, Senin (5/1), seperti dikutip dari Reuters.
“Kedaulatan dan keamanan semua negara harus dilindungi secara penuh di bawah hukum internasional,” tambah dia.
Dalam pernyataan resminya, Wang Yi tidak secara eksplisit menyebut AS. Namun, ia menegaskan komentarnya merujuk pada penangkapan pemimpin Venezuela tersebut.
Pada kesempatan terpisah, Pelaksana Tugas Pemimpin Misi Permanen China untuk PBB, Sun Lei, menyatakan negaranya terkejut dan mengutuk penangkapan Maduro oleh AS. Pernyataan itu disampaikan Sun Lei dalam pertemuan khusus Dewan Keamanan PBB yang membahas situasi di Venezuela.
“Cara militer bukanlah solusi atas masalah, dan penggunaan kekuatan tanpa pandang bulu hanya akan memicu krisis yang lebih besar,” ujar Sun Lei.
Hubungan Venezuela dan ChinaVenezuela mengakui kedaulatan pemerintahan komunis China pada 1974. Hubungan kedua negara semakin erat saat Hugo Chavez berkuasa.
China kemudian menjadikan Venezuela sebagai salah satu sekutu dekatnya di Amerika Latin. Pada saat yang sama, Venezuela mengambil sikap untuk menjauh dari Amerika Serikat.
Dalam berbagai kesempatan, Venezuela memuji model kepemimpinan Partai Komunis China.
Setelah Chavez meninggal dunia, Maduro mempererat hubungan bilateral kedua negara. Putra Maduro bahkan menempuh pendidikan di salah satu universitas ternama di Beijing.




