Gelombang Tinggi Diprediks Melanda Perairan Sumut, Nelayan Diimbau Waspada

jpnn.com
1 hari lalu
Cover Berita

jpnn.com, SUMATERA UTARA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan akan terjadi gelombang tinggi di sejumlah perairan Sumatera Utara (Sumut) pada 7 hingga 8 Januari 2028.

BMKG pun mengingatkan agar para nelayan tetap waspada dengan cuaca buruk tersebut.

BACA JUGA: Peringatan Gelombang Tinggi dari BMKG Akibat 2 Siklon

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Belawan Christen Marpaun mengatakan sejumlah perairan di Sumatera Utara berpotensi diterjang gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter.

Gelombang tinggi tersebut berpotensi terjadi di Samudera Hindia barat Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Batu, Perairan Kepulauan Batu, perairan barat Kepulauan Nias, dan perairan timur Kepulauan Nias.

BACA JUGA: Waspada Gelombang Tinggi di Sejumlah Wilayah Ini

"Perahu nelayan harus waspada jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter dan kapal tongkang jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter," kata dia di Medan, Selasa (6/1).

Bibit Siklon Tropis 91S (11.0°LS, 97.4°BT) di Samudera Hindia barat daya Bengkulu memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di perairan Indonesia.

BACA JUGA: Peringatan Dini BMKG, Waspada Gelombang Tinggi di Kepri

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan angin berkisar 6 - 25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan angin berkisar 6 - 25 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara dan Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung.

Adanya sirkulasi siklonik di perairan barat Aceh dan Bibit Siklon Tropis 91S di sebelah barat daya Lampung mengakibatkan terbentuknya daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi), pertemuan angin (konfluensi), dan belokan angin di Sumatera Utara yang memicu peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Selain itu suhu muka laut cukup hangat meningkatkan penambahan massa uap air.

Kondisi atmosfer yang relatif labil juga turut menambah potensi pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah Sumatera Utara.

Perpaduan faktor-faktor cuaca ini, kata dia, turut mendukung pertumbuhan awan konvektif dan meningkatkan potensi terjadinya hujan di beberapa wilayah Sumatera Utara dalam beberapa hari ke depan.

Lebih jauh, dia mengatakan cuaca di Sumut umumnya didominasi oleh kondisi hujan sedang hingga lebat.

Adapun wilayah yang berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat antara lain di Labuhanbatu Utara, Langkat, Mandailing Natal, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias Utara, Padang Lawas, Labuhanbatu Utara, P. Sidempuan, Sibolga, Tebing Tinggi, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Asahan, Batubara, Padang Lawas Utara, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Pakpak Bharat, Samosir, Dairi, Deli Serdang, Humbang Hasundutan, Karo, Langkat, dan Simalungun.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan dapat mengambil langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap dapat berlangsung aman dan lancar, selalu merujuk kepada informasi dari BMKG agar tidak mudah mempercayai informasi cuaca dari sumber yang tidak resmi. (Ant/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Peringatan Dini BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter 23-26 Desember


Redaktur & Reporter : Dedi Sofian


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mendagri Dorong Pemda di Sumatera Kebut Pendataan Rumah Rusak Pascabencana
• 16 jam laludetik.com
thumb
Persetujuan Masyarakat Adat jadi Syarat Utama Perluasan Kebun Sawit di Papua Barat
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
Indonesia Didesak Sikapi Agresi Amerika Serikat Terhadap Venezuela
• 1 jam lalugenpi.co
thumb
Koalisi Saudi Serang Yaman Selatan, Incar Separatis
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Jelang Laga Hadapi Bali United, PSM Makassar Punya Catatan Minor
• 13 jam lalufajar.co.id
Berhasil disimpan.