Pantau - UPTD Dana Bergulir Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam mencatat sebanyak 36 pelaku usaha mikro dan koperasi menerima pinjaman dana bergulir sepanjang tahun 2025 dengan total nilai penyaluran mencapai Rp3,96 miliar hingga 31 Desember 2025.
Kepala UPTD Dana Bergulir Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam Zulfahri menyampaikan realisasi penyaluran dana bergulir pada 2025 tercatat sebesar Rp3.955.000.000.
Penerima dana bergulir tersebut terdiri dari 35 pelaku usaha mikro dan satu koperasi yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kota Batam.
Zulfahri menjelaskan penyaluran dana bergulir pada 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp5,55 miliar kepada 58 pelaku usaha mikro.
Menurut Zulfahri, penurunan jumlah penerima bukan disebabkan oleh minimnya sosialisasi program dana bergulir.
"Sosialisasi sudah kami lakukan secara maksimal, termasuk pemasangan standing banner di setiap kelurahan," ungkap Zulfahri.
Zulfahri mengungkapkan salah satu faktor utama penurunan penerima dana bergulir adalah persyaratan jaminan yang wajib dipenuhi oleh calon peminjam.
Ia menjelaskan sesuai regulasi, agunan yang diperbolehkan berupa sertifikat rumah dan kendaraan roda empat dengan usia maksimal lima tahun.
"Faktanya tidak semua pelaku usaha mikro memiliki sertifikat rumah atau kendaraan roda empat sebagai jaminan," katanya.
Kecamatan Sekupang tercatat menjadi wilayah dengan jumlah penerima dana bergulir terbanyak di Kota Batam sepanjang 2025.
Mayoritas penerima dana bergulir merupakan pelaku usaha yang telah menjalankan usahanya lebih dari satu tahun.
Melalui program dana bergulir, pelaku usaha mikro dapat mengakses pinjaman hingga Rp150 juta, sementara koperasi dapat memperoleh pembiayaan maksimal Rp300 juta dengan tenor hingga lima tahun.
Pelaku usaha mikro dan koperasi berpeluang mengajukan kembali pinjaman setelah melunasi pinjaman sebelumnya dan dinyatakan lancar.
Untuk tahun 2026, Diskum Batam menyiapkan anggaran dana bergulir sebesar Rp11 miliar yang bersumber dari sisa lebih pembiayaan anggaran serta perkiraan pengembalian pokok pinjaman.
Zulfahri menegaskan strategi penyaluran dana bergulir pada 2026 tetap difokuskan pada peningkatan sosialisasi agar semakin banyak UMK dapat mengakses pembiayaan.


