Ahli Kimia AS: Ikuti Jejak Alam, Plastik Bisa Tetap Kuat dan Terurai Sendiri

liputan6.com
1 hari lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Ahli Kimia Yuwei Gu menilai polusi plastik masih menjadi persoalan lingkungan karena sifat plastik sintetis yang sulit terurai dan bertahan lama di alam.

Kondisi tersebut terlihat di berbagai kawasan, termasuk di Taman Negara Bagian Bear Mountain, Amerika Serikat, tempat botol plastik ditemukan berserakan di jalur pendakian dan perairan sekitar.

Advertisement

BACA JUGA: Perayaan 40 Hari Bayi Panda Rio Penghuni Taman Safari Indonesia Bogor, Beratnya Naik 46 Persen

Gu menjelaskan, plastik berbasis polimer, yaitu rantai panjang molekul yang tersusun dari unit-unit berulang. Struktur serupa juga terdapat pada bahan biologis seperti DNA, RNA, protein, dan selulosa.

Sebaliknya, kata dia, polimer alami memiliki kemampuan terurai secara alami tanpa menimbulkan penumpukan berkepanjangan.

"Biologi menggunakan polimer di mana-mana, tetapi alam tidak pernah menghadapi masalah akumulasi jangka panjang yang telah kita ciptakan," kata Gu, dilansir laman resmi Earth www.earth.com, Rabu (7/1/2026). 

Perbedaan tersebut dinilai terletak pada aspek kimia, khususnya pada cara alam merancang mekanisme penguraian langsung di dalam struktur molekul.

Polimer alami memiliki sifat kimia yang memungkinkan sebagian ikatan molekulnya terurai dalam kondisi tertentu.

Mekanisme ini berperan dalam proses biologis, termasuk daur ulang protein oleh sel serta pemisahan untaian DNA selama replikasi.

Berdasarkan prinsip tersebut,  Gu mengkaji  penerapannya pada plastik sintetis. Pendekatan ini bertujuan menghasilkan plastik yang tetap kuat selama digunakan, namun dapat terurai setelah masa pakainya berakhir.

Melalui studi terbaru, Gu bersama tim peneliti dari Universitas Rutgers menunjukkan bahwa pendekatan tersebut dapat diterapkan.

Para peneliti menyematkan titik lemah berskala molekuler pada struktur utama polimer tanpa mengubah komponen dasarnya.

"Hasilnya, material yang dikembangkan tetap memiliki daya tahan saat digunakan, tetapi dapat terurai ketika terpapar pemicu lingkungan sehari-hari," papar Gu.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bos The Fed: Pemangkasan Suku Bunga Lebih dari 100 Poin Tak Terelakkan di 2026
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Kantor Kemenhut Digeledah Kejagung, Diduga Terkait Perkara Tambang yang Dihentikan KPK
• 7 jam laluokezone.com
thumb
Viral! Anggota DPRD Ogan Ilir Fraksi Gerindra Resmi Ditahan, Diduga Terlibat Mafia Tanah Rugikan Negara Rp10,5 Miliar
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
”Ledakan” Sampah di Tangsel, dari Jalan Raya sampai TPA
• 8 jam lalukompas.id
thumb
Profil Doraemon, Robot Kucing Legendaris yang Resmi Tinggalkan Layar RCTI
• 18 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.