JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI), Laksamana Madya TNI Irvansyah, mengungkap bahwa lembaganya bakal mendapatkan kapal hibah dari Jepang.
Irvansyah mengungkapan, kapal hibah tersebut bukanlah kapal bekas karena kapal itu masih dalam proses produksi.
“Ini memang dari nol, mulai dari desain, mereka diskusi dengan kita, mereka survei ke kapal-kapal kita, desain seperti apa yang kita bisa dibangun,” ujar Irvansyah di kantor Bakamla, Jakarta, Rabu (7/1/2025).
Baca juga: Kepala Bakamla Ungkap Jumlah Personel dan Armada Jomplang Dibanding Filipina
Mantan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I itu berharap kapal hibah tersebut dapat beroperasi di perairan Nusantara pada 2027.
“Dan kita juga menyiapkan awak yang akan mengawaki kapal tersebut, dan akan dilatih di Jepang, dan langsung akan berlayar ke Indonesia bersama-sama dengan pihak Jepang juga,” kata Irvansyah.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=Kepala Bakamla, Bakamla RI, kapal bakamla, kapal patroli bakamla, Philippine Coast Guard, kapal patroli hibah jepang&post-url=aHR0cHM6Ly9uYXNpb25hbC5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wNy8xMzA4MTQ3MS9iYWthbWxhLWRhcGF0LWthcGFsLWhpYmFoLWRhcmktamVwYW5nLWJlcm9wZXJhc2ktdGFodW4tZGVwYW4=&q=Bakamla Dapat Kapal Hibah dari Jepang, Beroperasi Tahun Depan§ion=Nasional' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `Dalam kesempatan itu juga, Irvansyah membandingkan jumlah personel Bakamla RI dengan Philippine Coast Guard (PCG) Filipina, yang sama-sama berasal dari negara kepulauan.
Baca juga: Bakamla Butuh 274 Kapal hingga 2045, Saat Ini Ada 10 Kapal
“Mereka personelnya sekitar 30.500-an orang. Sementara Bakamla ini 1.500 saja belum. Jadi perbandingannya sangat jomplang jauh,” ungkap Irvansyah.
Dari segi kapal patroli, Irvansyah menyebut PGC memiliki sekitar 300 kapal patroli, sementara Bakamla RI baru memiliki 10 unit.
Meski begitu, Bakamla RI tetap mengupayakan penambahan alat utama sistem senjata (alutsista).
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


