Ledakan Terus Berlanjut di Seluruh Rusia Sepanjang Malam, Dukungan untuk KTT Ukraina Digelar di Paris

erabaru.net
1 hari lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Pada Selasa (6 Januari), KTT “Koalisi Sukarela” Eropa digelar di Paris. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, para pemimpin negara-negara Eropa, serta utusan khusus Amerika Serikat turut menghadiri pertemuan tersebut. 

Dunia internasional menaruh perhatian pada apakah pertemuan ini benar-benar dapat menetapkan arah jaminan keamanan Rusia–Ukraina setelah tercapainya perjanjian damai. Sementara itu, Dinas Keamanan Ukraina melancarkan serangkaian serangan keras terhadap target militer dan energi di dalam wilayah Rusia.

Ledakan Tak Henti Sepanjang Malam di Rusia Ukraina Gencar Menyerang Target Militer dan Energi Rusia

“Suara ledakan terdengar sepanjang malam,” demikian deskripsi seorang sumber internal Dinas Keamanan Ukraina (SBU) mengenai operasi terbaru SBU di wilayah Rusia pada Selasa.

Kali ini, drone jarak jauh Ukraina menargetkan gudang senjata besar di Oblast Kostroma. Gudang Senjata No. 100 milik Direktorat Utama Rudal dan Artileri Rusia (GRAU) dilaporkan mengalami kebakaran besar.

Sumber tersebut mengatakan bahwa ledakan dahsyat yang terjadi terus-menerus pada malam hari disebabkan oleh amunisi yang tersimpan dan ikut meledak. Gudang senjata ini merupakan fasilitas penting militer Rusia yang bertugas memasok amunisi ke gudang-gudang senjata tingkat bawah di wilayah Rusia barat dan tengah.

Selain itu, sebuah depot minyak di Oblast Lipetsk serta fasilitas industri di Oblast Penza juga dilaporkan mengalami ledakan hebat yang memicu kebakaran besar.

Di Oblast Tver, puing-puing drone Ukraina yang berhasil dicegat menghantam sebuah gedung apartemen sembilan lantai, menyebabkan satu orang tewas dan dua lainnya luka-luka.

Media independen Rusia ASTRA melaporkan bahwa sasaran serangan tersebut kemungkinan adalah Tver Carriage Works, produsen kereta penumpang terbesar dalam jaringan perkeretaapian Rusia. Pabrik itu berjarak sekitar satu kilometer dari gedung apartemen yang terdampak.

KTT Koalisi Sukarela Digelar di Paris Fokus pada Jaminan Keamanan Ukraina

Pada Selasa, para pemimpin dan perwakilan dari 35 negara anggota “Koalisi Sukarela”, pimpinan NATO dan Uni Eropa, utusan negosiasi Amerika Serikat, serta Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berkumpul di Paris dalam sebuah KTT penting. Pertemuan ini bertujuan untuk sejauh mungkin menetapkan langkah-langkah konkret jaminan keamanan Ukraina jika Rusia dan Ukraina mencapai gencatan senjata.

 “Sebuah deklarasi (Paris) yang ditandatangani oleh ‘Koalisi Sukarela’ untuk pertama kalinya mengakui bahwa 35 negara anggota koalisi, Ukraina, dan Amerika Serikat telah mencapai konsensus tindakan dalam membangun jaminan keamanan yang kuat,” ujar Presiden Prancis Emmanuel Macron. 

Menurut rancangan pernyataan tersebut, jaminan keamanan harus mencakup dukungan yang mengikat bagi Kyiv jika Rusia kembali melancarkan serangan bersenjata di masa depan. Rancangan itu juga menyebutkan bahwa negara-negara sekutu akan berpartisipasi dalam mekanisme pengawasan dan verifikasi gencatan senjata yang dipimpin Amerika Serikat, serta mempertimbangkan kelanjutan bantuan militer jangka panjang dan pengerahan pasukan multinasional ke Ukraina.

Selain itu, komitmen tersebut juga dapat mencakup penyediaan dukungan intelijen dan logistik, langkah-langkah diplomatik, serta penerapan sanksi tambahan terhadap Rusia.

 “Sudah ditetapkan negara mana yang siap memimpin di bidang tertentu untuk menjamin keamanan di darat, udara, laut, serta rekonstruksi pasca perang. Jumlah pasukan yang dibutuhkan juga telah ditentukan, termasuk cara pengelolaan dan struktur komandonya,” kata  Zelenskyy. 

Selama beberapa bulan terakhir, jaminan keamanan pasca perang bagi Ukraina telah menjadi fokus utama agenda. Sekutu Eropa Ukraina berharap dapat memastikan komitmen Amerika Serikat untuk ikut merespons jika Rusia melanggar ketentuan perjanjian damai.

Zelenskyy menambahkan:  “Hari ini kami melakukan pembahasan substansial dengan tim Amerika Serikat mengenai mekanisme pengawasan guna memastikan perdamaian tidak dirusak. Amerika Serikat bersedia berupaya ke arah itu.”

Utusan khusus AS, Steve Witkoff, mengatakan:  “Perjanjian keamanan ini bertujuan untuk: pertama, mencegah setiap serangan, termasuk serangan lanjutan di Ukraina. Kedua, jika serangan terjadi, perjanjian ini dimaksudkan untuk membela. Perjanjian ini dirancang untuk menjalankan kedua fungsi tersebut sekaligus.”

Witkoff juga menyatakan bahwa ia akan bertemu dengan delegasi Ukraina dan berharap dapat mencapai kesepakatan atau menemukan titik kompromi mengenai isu teritorial yang paling krusial.

Sejak November tahun lalu, proses perundingan untuk mengakhiri konflik Rusia–Ukraina mulai dipercepat. Namun, setelah Kyiv mendesak Amerika Serikat merevisi rencana perdamaian awal yang dinilai terlalu mengakomodasi tuntutan utama Rusia, Moskow hingga kini belum menunjukkan kesediaan untuk mengalah. (Hui)

Laporan gabungan oleh reporter New Tang Dynasty Television, Yi Jing.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Foto: Berlatih Akrobatik di Gang Sempit Jakarta Utara
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Manchester City Nyerah dalam Perburuan Gelar Liga Inggris?
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kenaikan Tunjangan Hakim "Ad Hoc" Masih Dihitung, Pemerintah Siapkan Perpres
• 17 jam lalukompas.id
thumb
Ancaman Penurunan Tanah Jakarta, Wilayah Pesisir Tenggelam dan Gedung Miring
• 42 menit lalukompas.com
thumb
Bursa Transfer AC Milan: Rencana Belanja Igli Tare Januari Ini, Beli Bek Baru untuk Rossoneri dan 2 Nama Sudah Disiapkan
• 2 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.