GenPI.co - Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menilai upaya Amerika Serikat menguasai Greenland bisa berujung pada berakhirnya aliansi militer NATO.
Operasi tengah malam pasukan AS di Caracas untuk menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya mengejutkan dunia.
Hal itu memicu kekhawatiran di Denmark dan Greenland, wilayah semi-otonom yang masuk dalam lingkup NATO.
Frederiksen mengecam pernyataan Presiden AS Donald Trump yang ingin mencaplok Greenland dan memperingatkan konsekuensi serius.
Sementara itu, sejumlah pemimpin Eropa siap mendukung Denmark.
"Jika AS menyerang negara anggota NATO secara militer, maka aliansi akan runtuh," kata Frederiksen, dilansir AP News, Rabu (7/1).
Frederiksen mengatakan Trump harus ditanggapi serius ketika berbicara tentang Greenland.
"Kami tidak akan menerima ancaman semacam ini," ujarnya.
Menurut dia, Greenland tidak bisa dibandingkan dengan Venezuela.
"Situasinya tidak memungkinkan AS begitu saja menaklukkan Greenland," ucapnya.
Trump mengejek upaya Denmark memperkuat pertahanan Greenland.
Trump menilai Greenland penting dari sudut pandang keamanan nasional dan menyebut Denmark tidak mampu mengelolanya.
Namun, pakar keamanan global Ulrik Pram Gad mengatakan kapal Rusia dan China di Arktik terlalu jauh untuk mengancam Greenland secara langsung.
Ketegangan juga memuncak di media sosial setelah mantan pejabat pemerintahan Trump, Katie Miller, membagikan peta Greenland dengan warna bendera AS.
Duta Besar Denmark untuk Washington Jesper Moller Sorensen menuntut penghormatan penuh terhadap integritas teritorial. (*)
Lihat video seru ini:





