Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat supaya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Imbauan itu, menyusul fenomena angin puting beliung di sekitar Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Kamis (8/1/2026).
Taufiq Hermawan Kepala Stasiun BMKG Juanda Surabaya mengatakan, fenomena puting beliung itu jadi pengingat bahwa dinamika atmosfer saat puncak musim hujan masih sangat aktif dan berpotensi menimbulkan cuaca buruk secara tiba-tiba.
“Kita masih berada pada puncak musim penghujan. Jadi peringatan dini itu terus kami update, mulai 10 harian, kemudian diverifikasi lagi 3 harian, bahkan sampai paling rapat satu jam ke depan,” kata Taufiq saat on air di Radio Suara Surabaya, Kamis sore.
Sebuah mobil yang sedang parkir di area Terminal 1 Bandara Juanda, tertimpa pohon yang tumbang akibat angin puting beliung, Kamis (8/1/2026). Foto: Ricky via WA SSIa menjelaskan kalau puting beliung yang berlangsung selama 10 menit itu, dipicu oleh kondisi atmosfer yang tidak stabil akibat pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB).
“Pada jam 14.00 kami amati memang ada awan CB yang ngeblok di atas wilayah bandara. Kemudian awannya terkondensasi dan menjulur ke permukaan menjadi puting beliung. Ini akibat perbedaan tekanan antara lapisan awan dengan permukaan,” ujarnya.
BACA JUGA: Tiga Penerbangan Dialihkan Pendaratan ke Semarang Imbas Angin Puting Beliung di Bandara Juanda
BACA JUGA: Puting Beliung di Terminal 1 Bandara Juanda, Sejumlah Pohon Tumbang Timpa Mobil Parkir
Taufiq menegaskan, meski tanda-tanda cuaca buruk bisa terpantau, kejadian puting beliung secara spesifik tetap sulit diprediksi. Menurutnya, meski terkadang parameter puting beliung terpenuhi, biasanya yang terjadi justru angin kencang sesaat atau hujan lebat saja.
Karenanya, BMKG lebih menekankan peringatan dini secara umum agar masyarakat waspada terhadap cuaca ekstrem, terutama hujan lebat disertai angin kencang dan potensi puting beliung.
“Yang bisa kami share itu adalah waspadai akan ada cuaca buruk secara umum. Dinamika atmosfer di wilayah kita memang sangat cepat berubah,” kata Taufiq.
BMKG juga mengingatkan risiko dampak lanjutan seperti pohon tumbang, baliho roboh, hingga kerusakan kendaraan, seperti yang terjadi di kawasan Bandara Juanda.
BACA JUGA: BMKG Sebut Puting Beliung di Bandara Juanda Berlangsung Sekitar 10 Menit
“Ketika parkir itu dilihat dulu kondisinya, apakah benar-benar sudah safety atau tidak. Parkir di pohon-pohon yang sudah lapuk, kemudian baliho-baliho yang sudah usang itu sangat riskan dalam kondisi puncak musim penghujan ini,” imbaunya.
Menurut Taufiq, BMKG telah menyiapkan sistem peringatan dini berbasis wilayah hingga tingkat kecamatan agar masyarakat dan pemerintah daerah bisa melakukan langkah antisipasi lebih awal.
“Kami informasikan bertahap. Kalau memang dari analisis kami suatu wilayah diindikasikan ada potensi cuaca ekstrem, pasti kami sampaikan. Tinggal bagaimana data itu dimanfaatkan untuk antisipasi,” ujarnya. (bil/ham)



