KBBI 2025 Nambah 3.259 Kata Baru, Bahasa Gaul Bisa Jadi Resmi

medcom.id
22 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) telah resmi memutakhirkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi Oktober 2025. Dalam pemutakhiran berkala ini, KBBI mendapatkan tambahan 3.259 entri baru, sehingga total kosakata yang tercatat sekarang mencapai 210.595 entri.
 
Daftar entri baru tersebut telah dapat diakses secara terbuka oleh publik melalui laman resmi KBBI Daring: https://kbbi.kemendikdasmen.go.id/Beranda/Pemutakhiran. Pemutakhiran KBBI dilakukan secara rutin setiap enam bulan sekali sebagai upaya responsif terhadap perkembangan kosakata dan istilah yang tumbuh dinamis di tengah masyarakat.
 
Dengan pembaruan dua kali setahun ini, KBBI diharapkan senantiasa menjadi rujukan kebahasaan yang relevan, akurat, dan mampu mengikuti dinamika penggunaan bahasa Indonesia yang terus bergerak.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menegaskan bahwa Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tidak hanya berfungsi sebagai kamus preskriptif yang memuat aturan kebahasaan semata. Lebih dari itu, KBBI juga bersifat deskriptif, yakni mencatat kosakata sebagaimana digunakan secara nyata oleh masyarakat, baik dalam ragam formal maupun informal.
 
Untuk memberikan informasi yang utuh, setiap entri dalam KBBI dilengkapi dengan label singkatan yang menjelaskan ragam dan jenis kata tersebut. Misalnya, label 'cak' untuk 'percakapan' yang menandai kata informal, atau label 'kas' untuk 'kasar' yang menandai kata umpatan.
 
Selain itu, digunakan juga sistem rujuk silang (cross reference) untuk mengarahkan pengguna pada bentuk kata yang baku. “KBBI adalah kamus besar yang ‘kebesarannya’ ditunjukkan oleh keluasan cakupan kosakata yang terhimpun dari aspek rentang waktu, bidang, dan ragam penggunaan,” ucap Hafidz Muksin dalam keterangannya dikutip Kamis, 8 Januari 2026.
 
Pendekatan ini menegaskan bahwa KBBI tidak serta-merta membakukan semua kata yang dicatat, melainkan memberikan informasi kebahasaan secara lengkap dan proporsional. Dari Usulan Masyarakat hingga Masuk Kamus Proses pemutakhiran KBBI dilakukan melalui mekanisme penyuntingan berjenjang dan terstandar. Setiap usulan entri baru, baik dari tim internal maupun dari masyarakat umum, harus melalui tahap penyuntingan oleh editor, penelaahan oleh redaktur, dan pengesahan oleh validator sebelum akhirnya ditetapkan sebagai entri resmi.
 
Partisipasi publik telah menjadi sokoguru pengembangan KBBI. Hingga saat ini, KBBI Daring telah menerima 255.629 usulan dari masyarakat.
 
Dari jumlah tersebut, sebanyak 181.220 usulan atau sekitar 70,89 persennya telah melalui proses penyuntingan. Usulan yang masuk dan masih memerlukan perbaikan akan dikembalikan kepada pengusul untuk disempurnakan, sebelum akhirnya ditelaah dan divalidasi untuk dimutakhirkan pada periode berikutnya.
 
Usulan kata yang masuk sangat beragam dan mencerminkan kreativitas penutur bahasa Indonesia. Banyak di antaranya merupakan variasi cakapan dari kata yang telah ada, yang dicatat karena tingkat penggunaannya yang sudah meluas. Kriteria dan Filosofi Penerimaan Kata Baru Dalam praktik leksikografi modern, frekuensi kemunculan sebuah kata adalah indikator penting, namun bukan satu-satunya penentu. Para editor juga mempertimbangkan nilai rasa bahasa, potensi tafsir sosial-budaya, serta kesesuaian dengan kaidah bahasa Indonesia sebelum menetapkannya.
 
Secara umum, sebuah kata dapat masuk ke dalam KBBI jika memenuhi kriteria utama: memiliki keunikan, eufonik (enak didengar), sesuai kaidah bahasa Indonesia, tidak berkonotasi negatif, serta digunakan secara luas dan berulang oleh masyarakat. Banyak kata baru berasal dari bahasa daerah atau serapan asing yang berfungsi mengisi kekosongan makna. Proses ini mencerminkan partisipasi semesta dalam memperkaya khazanah kosakata nasional.
 
Sebagai karya rujukan utama, KBBI menggunakan berbagai konvensi penulisan, mulai dari penandaan lema, contoh penggunaan, pemenggalan kata, hingga label ragam dan bidang—untuk memudahkan pengguna. Memahami konvensi ini akan meningkatkan keterampilan dalam merujuk dan membantu memperoleh informasi kebahasaan secara tepat dan komprehensif.
 
Dengan pendekatan preskriptif-deskriptif yang saling melengkapi, KBBI tidak hanya menetapkan standar, tetapi juga setia merekam jejak bahasa Indonesia sebagai bahasa yang hidup, tumbuh, dan berkembang bersama seluruh penuturnya.
  Baca juga:  Kata Kapitil Masuk KBBI, Apa Artinya?
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Persis Solo Resmi Perkenalkan Rekrutan Pertama di Bursa Transfer, Eks Bek Timnas Indonesia U-20 Resmi Bergabung!
• 18 menit lalubola.com
thumb
Demo Kantor Pemkot Tangsel, BEM UMJ Tuntut Transpransi Pengelolaan Sampah
• 8 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Baznas Subang Salurkan Bantuan untuk Penyintas Bencana di Sumatra
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan Polisi, PDIP Sebut Itu Kritik Bukan Penistaan Agama
• 6 jam laludisway.id
thumb
Purbaya Tarik Rp75 Triliun dari Himbara, OJK Beberkan Kondisi Likuiditas Bank
• 2 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.