Di tengah pelaksanaan pemilihan umum di Myanmar, Nerdah Mya, tokoh yang aktif di wilayah perbatasan Myanmar–Thailand, Myawaddy, pada 5 Januari mengumumkan pembentukan “Republik Kawthoolei” (Republic of Kawthoolei). Para pengamat menilai langkah ini berpotensi memicu penindasan yang lebih keras dari junta militer Myanmar.
EtIndonesia. Nerdah Mya adalah putra dari Bo Mya, pemimpin mendiang organisasi bersenjata etnis di Myanmar timur, Persatuan Nasional Karen (Karen National Union/KNU). Nerdah Mya mengumumkan pembentukan pemerintahan baru dan menyatakan dirinya sebagai presiden “Republik Kawthoolei”.
Para analis menilai langkah ini menjadikan wilayah tersebut sebagai titik konflik yang sangat tegang, karena berarti keluar dari kerangka Persatuan Nasional Karen. Pemerintahan baru ini mengklaim akan mengambil garis yang lebih keras dan berkomitmen untuk memulihkan otonomi penuh bagi suku Karen.
Harian The Nation mengutip para analis yang menyatakan bahwa tindakan Nerdah Mya berpotensi memperburuk ketegangan dengan militer Myanmar, serta dapat memicu penindasan yang lebih keras dan eskalasi konflik di kawasan perbatasan Thailand. Hal ini juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan setempat dan kemungkinan munculnya gelombang pengungsi baru.
Menurut laporan The Nation, otoritas Thailand saat ini memantau secara ketat perkembangan situasi dari semua pihak guna mencegah meluasnya kekerasan ke wilayah perbatasan Thailand. (Hui)



