FAJAR, MAKASSAR — Peringatan Bulan K3 di Sulawesi Selatan tahun 2026 bakal berlangsung meriah. Sebanyak 120 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) siap ikut meramaikan.
Peringatan bulan K3 tahun 2026 bakal berlangsung mulai 12 Januari hingga 12 Februari mendatang.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Sulsel Jayadi Nas mengatakan, berbagai kegiatan akan berlangsung, mulai dari Anti Mager, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, pameran UMKM, dan seminar nasional.
Upacara puncak peringatan Bulan K3 yang rencananya akan digelar di Lapangan Kantor Gubernur, pada 12 Februari 2026.
“Akan ada 24 UMKM yang mengikuti seminar nasional pada 21 Januari di Hotel Claro. Dan sudah ada 120 UMKM yang mendaftar untuk pelaksanaan Anti Mager,” ujar Jayadi, dalam keterangannya kepada media, di Kantor Disnakertrans Sulsel, Jumat, 9 Januari 2026.
Jayadi menyampaikan bahwa pelibatan UMKM dalam peringatan Bulan K3 disambut baik oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.
Pelibatan UMKM ini merupakan kali pertama sejak peringatan Bulan K3 dihelat di Sulsel. Ide tersebut disepakati oleh Disnakertrans bersama unsur perusahaan dalam rangka penguatan kolaborasi dunia usaha dan pelaksanaan K3 di perusahaan, hingga sektor UMKM.
“Karena K3 ini keselamatan dan kesejahteraan kerja, kita mulai kepada usaha-usaha yang kecil, dari pribadi yang bersangkutan, usaha kecil, usaha mikro kita sampai usaha yang besar. Jangan hanya melihat yang besarnya saja, tetapi harus mulai dari usaha-usaha yang kecil. Nah, itu sangat direspon dengan baik oleh Pak Gubernur,” sebut Jayadi.
Jayadi menjelaskan bahwa para pelaku UMKM akan diberi wadah untuk memasarkan produknya dalam pelaksanaan Anti Mager nantinya, yang direncanakan akan berpusat di Jl Jenderal Sudirman dan Lapangan Sultan Hasanuddin.
Tidak hanya aktivitas olahraga serentak, namun Anti Mager nantinya akan dimeriahkan dengan festival UMKM.
Jayadi mengutarakan bahwa pelibatan UMKM ini sekaligus untuk mensosialisasikan mengenai K3 kepada pelaku UMKM, agar mereka juga mulai menerapkan kepatuhan dan kesadaran pentingnya keselamatan di lingkungan kerja.
“Mulai dari kesalahan akan K3 di usaha kecil, di usaha mikro, dan sebagainya. Sehingga ini perlahan-lahan dia akan sadar dengan sendirinya,” tambah Jayadi. (uca)

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F12%2F16%2F750d6754d5e74282107b89e896ae36ca-20251216ron32.jpg)


