Hikmahanto Nilai Serangan AS ke Venezuela Picu Kekacauan Geopolitik Dunia

kumparan.com
14 jam lalu
Cover Berita

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, menilai serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela membawa dampak besar terhadap tatanan geopolitik global.

Menurutnya, ada beberapa hal penting yang mengubah peta geopolitik dunia pasca serangan tersebut.

“Pertama, tidak dihormatinya hukum internasional oleh negara baik sebagai instrumen pembenar tindakan. Terlebih lagi sebagai norma untuk menjaga ketertiban,” uja Hikmahanto dalam keterangannya, Jumat (9/1).

Dampak kedua adalah keinginan AS untuk kembali menghidupkan imperialisme dalam tatanan dunia. Ia menilai, keputusan penting bagi masyarakat internasional kini terpusat pada Presiden AS Donald Trump, mulai dari politik, keamanan, hingga ekonomi global.

Ia mencontohkan sikap standar ganda AS dalam menyikapi konflik internasional.

“Sebagai contoh bila Trump bisa menyerang Venezuela, namun Trump tidak akan senang bila China menyerang Taiwan. Bila Trump bisa menghadirkan Nicolas Maduro di Pengadilan New York, namun Trump akan melindungi Netanyahu dihadirkan di Mahkamah Kejahatan Internasional,” ucapnya.

Ketiga, Hikmahanto menilai rezim pemerintahan di berbagai negara berpotensi diganti apabila tidak sejalan dengan kebijakan AS. Fenomena ini, menurutnya, menyerupai gelombang perubahan rezim seperti Arab Spring dan Latin America Spring.

Dampak keempat adalah melemahnya peran organisasi internasional, khususnya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dalam menghadapi tindakan AS di panggung global.

“Organisasi internasional seperti PBB lumpuh menghadapi ulah AS. Lumpuh karena penggunaan veto di Dewan Keamanan PBB dan keluarnya AS dari sejumlah badan PBB, yang berarti tidak lagi ada pembayaran iuran dari AS,” ungkap Hikmahanto.

Ia juga menyoroti minimnya negara yang berani secara langsung menghadapi dan menghukum AS, bahkan negara-negara besar sekalipun.

“Terakhir, tidak ada negara yang berani menghadapi dan menghukum secara langsung ulah AS, sekalipun negara sekelas China atau Rusia,” kata Hikmahanto.

“Saat ini masyarakat dunia hanya bisa berharap pada Tuhan dan masyarakat AS, untuk melakukan impeachment (pemakzulan) dalam upaya menghentikan kekuasaan besar yang dimiliki oleh Trump untuk mengacaukan tatanan dunia,” tutupnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Profil Sidharto Reza Suryodipuro, Diplomat Indonesia yang Kini Jadi Presiden Dewan HAM PBB 2026
• 15 jam lalugrid.id
thumb
Bulog Dorong Kebijakan Satu Harga Usai Capai Swasembada Beras Sepanjang 2025
• 14 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
Pergerakan Tanah Ancam Bangunan Sekolah di Kulon Progo
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Menkeu Purbaya Laporkan Defisit APBN 2025 Melebar Hampir 3%
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Usulkan Pilkada via DPRD, Golkar Dorong Paslon Tetap Harus Kampanye ke Masyarakat
• 22 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.