Depresi Ditinggal Suami, Seorang Ibu di Kebumen Gantung Diri Bersama Balitanya

metrotvnews.com
21 jam lalu
Cover Berita

Kenumen: Seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Tragisnya, ia membawa serta anak kandungnya yang masih berusia lima tahun. Aksi nekat ini diduga kuat dilatarbelakangi depresi akibat himpitan ekonomi dan ditinggalkan suami yang menikah lagi.

Peristiwa menyedihkan ini terjadi di Desa Banyumudal, Kecamatan Buayan, pada Selasa, 6 Januari 2026, sekitar pukul 22.00 WIB. Korban berinisial AA, 44, dan anaknya, ATW, 5, ditemukan tewas menggantung. Kejadian baru diketahui setelah anak pertama korban yang berusia 8 tahun berlari keluar rumah meminta pertolongan tetangga.

Kapolsek Buayan, Iptu Walali Saebani, menjelaskan, latar belakang kejadian adalah depresi yang dialami korban. Faktor utamanya adalah tekanan ekonomi dan ditinggal suami yang dilaporkan telah menikah lagi.

"Hasil olah TKP dan visum yang dilaksanakan oleh tim Inafis Polres Kebumen dan dokter dari RSUD Kebumen cenderung ke ekonomi, mungkin karena ditinggal suaminya," ujar Iptu Walali Saebani, Sabtu, 10 januari 2026.
 

Baca Juga :

Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Objek Wisata Pintu Langit Bantul


Korban diketahui tidak menerima nafkah dari suaminya selama dua tahun terakhir. Suami korban bekerja di luar kota dan menurut keterangan tetangga, tidak pernah pulang dalam kurun waktu tersebut.

Lebih tragis lagi, anak pertama korban yang berusia 8 tahun sempat diajak untuk ikut mengakhiri hidup. Namun, anak tersebut menolak dan berhasil menyelamatkan diri. Ia kemudian menjadi saksi kunci sekaligus pelapor yang memberitahu tetangga.

“Anak yang selamat ini sempat diajak juga oleh ibunya untuk ikut mengakhiri hidup, namun si anak menolak,” jelas Kapolsek.


Ilustrasi Medcom.id

Di TKP, polisi menemukan tambang plastik berwarna biru lain yang disiapkan untuk anak pertama tersebut. Hasil pemeriksaan tim Inafis dan dokter menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada jenazah.

Keluarga korban mengaku tidak mengetahui secara pasti permasalahan yang dihadapi AA. Sang ibu dikenal sebagai pribadi yang tertutup dan cenderung memendam masalah sendiri.

Saat ini, anak yang selamat telah diasuh oleh keluarga bibinya. Anak tersebut juga mendapatkan pendampingan dari Dinas Sosial Kabupaten Kebumen untuk memulihkan trauma berat yang dialaminya.

*Anda tidak sendirian. Jika merasa ingin menyakiti diri sendiri atau berpikir untuk bunuh diri, hubungi 119 ext. 8 (SEJIWA/Healing119) atau akses www.healing119.id untuk terhubung dengan konselor.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pertamina Dorong UMKM Tumbuh Berkelanjutan Lewat Program Pertapreneur Aggregator
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Tanggapan DJP soal KPK Tangkap Pegawai Kantor Pajak Jakarta Utara
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Jerman Perketat Aturan Hukum untuk Berantas Manipulasi Foto Lewat AI
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
3 Provinsi di Sumatra Alami Inflasi Tertinggi Usai Dihantam Banjir
• 22 jam laluidntimes.com
thumb
Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Sumatra Dikebut Jelang Ramadan
• 21 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.