Memasuki bulan kedua pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, ratusan warga terdampak masih bertahan di posko pengungsian. Desa Garoga menjadi salah satu wilayah dengan kerusakan terparah, di mana permukiman warga kini rata dengan tanah.
Bencana yang terjadi pada November 2025 tersebut menghancurkan rumah-rumah warga hingga tak bersisa. Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi Desa Garoga saat ini menyerupai lapangan terbuka karena ketiadaan bangunan yang masih berdiri tegak.
Pemerintah terus berupaya menyediakan hunian yang layak bagi para pengungsi. Sebagai langkah penanganan jangka pendek, Pemerintah memberikan dana sebesar Rp600.000 per Kepala Keluarga (KK) yang diberikan selama jangka waktu tiga bulan. Sementara bagi warga yang tidak mendapatkan bantuan berupa uang tunai, mereka akan difasilitasi dengan tenda-tenda darurat sebagai hunian sementara.
Baca juga: Aktivitas Warga Tapanuli Selatan Mulai Bangkit di Tengah Keterbatasan Pascabencana
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai mendistribusikan bantuan tenda darurat sejak satu minggu terakhir. Rencananya, sebanyak 267 unit tenda dengan berbagai ukuran akan didirikan di lokasi pengungsian untuk menampung warga Desa Garoga dan sekitarnya.
Hingga saat ini, sekitar 20 tenda telah berhasil didirikan, sementara unit lainnya masih dalam proses perakitan. Selain tenda, bantuan lain juga mulai mengalir untuk menunjang kebutuhan hidup sehari-hari warga di pengungsian seperti matras, lampu, dan peralatan rumah tangga lainnya.
Meski bantuan tenda dan peralatan dasar mulai tersedia, warga berharap proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat segera dilakukan agar mereka tidak terlalu lama berada di posko pengungsian. Kondisi cuaca dan kebutuhan sanitasi menjadi perhatian utama bagi warga yang sudah tinggal di tenda selama lebih dari satu bulan.
Pemerintah daerah bersama kementerian terkait terus berkoordinasi untuk memastikan distribusi bantuan berjalan merata dan tepat sasaran bagi seluruh korban bencana di Tapanuli Selatan.



