PYONGYANG, KOMPAS.TV - Adik pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, Kim Yo-jong menuntut penjalasan dari Korea Selatan atas kasus drone yang melewati perbatasan.
Namun, dari pernyataan yang dikeluarkan Kim Yo-jong terasa lebih melunak ketimbang biasanya.
Sebelumnya Korea Utara menuduh Korea Selatan telah melanggar wilayah udaranya dengan drone pada pekan lalu.
Baca Juga: Netanyahu Ingin Rezim Ayatollah Ali Khamenei Jatuh: Iran dan Israel Bakal Bisa Bersahabat Lagi
Pyongyang menuduh drone tersebut berasal dari Korea Selatan.
Kementerian Pertahanan Korea Selatan kemudian mengeluarkan pernyataan membantah klaim Pyongyang atas pelanggaran wilayah udara tersebut.
Pernyataan itu menimbulkan kemungkinan bahwa entitas swasta mungkin terlibat dalam dugaan operasi pesawat tak berawak tersebut.
“Untungnya, militer ROK menyatakan sikap resmi bahwa hal itu tidak dilakukan oleh mereka sendiri dan bahwa mereka tidak memiliki niat untuk memprovokasi atau mengganggu kami,” ujar Kim Yo-jong pada pernyataan yang disiarkan Kantor Berita Korea Utara (KCNA) dikutip dari The Korea Times, Minggu (11/1/2026).
ROK merupakan nama resmi dari Korea Selatan.
“Namun, perlu diberikan penjelasan rinci mengenai kasus sebenarnya dari drone yang melintasi perbatasan selatan republik kita dari Korea Selatan,” katanya.
Penulis : Haryo Jati Editor : Desy-Afrianti
Sumber : The Korea Times
- kim yo-jong
- korea utara
- kim jong-un
- drone
- melanggar wilayah udara
- korea selatan

