Departemen Kehakiman AS Buka Penyelidikan Kriminal Terhadap Bos The Fed Jerome Powell

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) membuka penyelidikan kriminal terhadap Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell.

Departemen Kehakiman AS Buka Penyelidikan Kriminal Terhadap Bos The Fed Jerome Powell. (Foto: AP)

IDXChannel - Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) membuka penyelidikan kriminal terhadap Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell.

Dalam sebuah video yang mengumumkan penyelidikan tersebut, Powell mengatakan bahwa Departemen Kehakiman AS telah mengirimkan surat panggilan kepada bank sentral dan mengancam akan mengajukan dakwaan kriminal atas kesaksian yang diberikannya kepada Kongres tentang proyek renovasi markas The Fed.

Baca Juga:
Kebijakan The Fed hingga AI Jadi Penentu Kinerja Wall Street di 2026

Washington menuduh biaya proyek itu terlalu besar dan Powell melakukan manipulasi saat memberikan kesaksian kepada Senat tahun lalu 

Dalam pernyataan videonya, Powell merasa penyelidikan kriminal itu dibuka sebab ia memicu kemarahan Presiden Donald Trump karena menolak menurunkan suku bunga lebih cepat.

Baca Juga:
Gejolak Global Tekan Rupiah ke Rp16.725, Pasar Waspadai Arah The Fed

Powell adalah sosok terbaru yang berselisih dengan Trump dan kemudian menghadapi penyelidikan kriminal oleh departemen kehakiman AS.

"Ini tentang apakah The Fed akan dapat terus menetapkan suku bunga berdasarkan bukti dan kondisi ekonomi, atau apakah kebijakan moneter akan diarahkan oleh tekanan politik atau intimidasi," kata Powell, dilansir dari AP pada Senin (12/1/2026).

Baca Juga:
Rupiah Sepekan Terkoreksi 0,55 Persen di Tengah Kemungkinan The Fed Tahan Suku Bunga

 "Saya sangat menghormati supremasi hukum dan akuntabilitas dalam demokrasi kita. Tidak seorang pun, tentu saja bukan ketua Federal Reserve, berada di atas hukum, tetapi tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini harus dilihat dalam konteks yang lebih luas, yakni ancaman dan tekanan berkelanjutan dari pemerintahan," ujarnya.

Powell telah berulang kali dikritik oleh Trump karena tidak menurunkan suku bunga secepat yang diinginkan presiden. Pada paruh kedua 2025, Fed menurunkan suku bunga tiga kali.

Senator Carolina Utara Thom Tillis, seorang Republikan yang merupakan anggota Komite Perbankan Senat, mengatakan bahwa ia akan menentang pencalonan pengganti Powell oleh Trump, dan calon anggota Dewan Fed lainnya, sampai masalah hukum ini sepenuhnya diselesaikan".

"Jika masih ada keraguan apakah para penasihat di dalam Pemerintahan Trump secara aktif mendorong untuk mengakhiri independensi Federal Reserve, sekarang seharusnya tidak ada lagi," kata Tillis dalam sebuah pernyataan.

"Sekarang yang dipertanyakan adalah independensi dan kredibilitas Departemen Kehakiman," kata senator itu.

Menurut New York Times, yang pertama kali melaporkan penyelidikan tersebut, investigasi akan diawasi oleh Kantor Kejaksaan AS untuk Distrik Columbia. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Puluhan Pasien Klinik Pengobatan Tradisional Terjebak Banjir di Baros Serang, Belum Dievakuasi
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Trump Tegaskan Kuba Tak Akan Lagi Terima Uang atau Minyak dari Venezuela
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kerusuhan Iran: 500 Demonstran dan 100 Pasukan Keamanan Tewas, 10 Ribu Orang Ditangkap
• 5 jam lalurealita.co
thumb
Menteri Yusril Ihza Mahendra Sebut Pilkada Langsung Lebih Banyak Mudarat daripada Manfaat
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
Prabowo Bakal Resmikan Proyek Kilang Minyak Terbesar RI Hari Ini
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.