WASHINGTON, KOMPAS.TV - Pemimpin Kuba bereaksi usai diancam Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bakal jadi sasaran berikutnya setelah Venezuela.
Trump sebelumnya sempat mengancam Kuba, sepekan setelah pasukan khusus AS menangkap pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro.
Trump menegaskan, Kuba harus segera melakukan kesepakatan dengan AS atau menerima konsekuensinya.
Baca Juga: Donald Trump Kesal Perusahaan Minyak AS Exxon Ogah Investasi di Venezuela, Langsung Diancam
Namun, Trump tak mengungkapkan secara rinci kesepakatan yang dimaksud.
Mendapat ancaman tersebut Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel langsung mengambil langkah tegas.
“Tak ada yang boleh mendikte apa yang kami lakukan,” kata Diaz-Canel dikutip di media sosial X, Minggu (11/1/2026) dikutip daru CNN.
Diaz-Canel dengan cepat juga menolak gangguan eksternal untuk masalah Kuba.
“Kuba tak melakukan agresi. Kuba diserang oleh Amerika Serikat selama 66 tahun, dan Kuba tak mengancam,” ujarnya.
“Kuba bersiap, siap membela Tanah Air hingga tetes darah terakhir,” tambah Diaz-Canel.
Penulis : Haryo Jati Editor : Deni-Muliya
Sumber : CNN
- kuba
- donald trump
- miguel diaz-canel
- kuba bereaksi
- venezuela
- nicolas maduro




