Percepatan rehabilitasi rumah nakes ini dilakukan usai Menkes mendapat masukan tentang kondisi nakes yang masih tinggal di posko pengungsian.
IDXChannel—Kementerian Kesehatan memprioritaskan percepatan rehabilitasi rumah tenaga kesehatan yang terdampak bencana banjir bandang di Sumatera agar para nakes dapat kembali berkontribusi dengan tenang.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers, Senin (12/1/2026). Dia mengatakan percepatan rehabilitasi rumah nakes ini dilakukannya usai mendapat masukan tentang kondisi nakes yang masih tinggal di posko pengungsian.
“‘Pak, bagaimana nakes kembali normal kalau rumahnya belum normal?’ Beberapa masih tinggal di pos pengungsian. Jadi meskipun kantor dibersihkan, rumahnya belum. Padahal orang-orang ini harus masuk ke RS dan Puskesmas untuk menangani korban,” kata Budi.
Menkes mengapresiasi bantuan dari relawan nakes yang ikut terjun ke lokasi. Namun, hal itu dinilai tidak sustainable (berkelanjutan) dalam mempercepat pemulihan pasca-bencana, sehingga nakes harus dipastikan kembali ke rumahnya agar tenang saat bekerja.
Dalam kesempatan itu, Menkes juga menjelaskan rehabilitasi rumah nakes ditargetkan rampung sebelum puasa dan lebaran tahun ini. Pemerintah ingin nakes bisa merayakannya di rumah masing-masing.
“Ini akan menjadi bukti pemerintah kompak dan cepat. Gimana orangnya bisa kerja kalau rumahnya dia aja begini. Saya juga minta yang KTP-nya hilang dan tidak hafal NIK, masukin. Yang penting ada tanda tangan kepala penanggung jawab, karena kita maunya kan cepat,” sambung Budi.
Hingga kini, Kemenkes melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat telah mengumpulkan data detail secara bottom-up. Tercatat ada 3.265 rumah nakes di tiga provinsi yang memerlukan perbaikan dengan berbagai klasifikasi kerusakan.
Mulai dari ringan, sedang sampai berat. Data batch pertama ini telah diserahkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk diverifikasi lebih lanjut sebelum bantuan dicairkan.
Budi Gunadi juga berkomitmen untuk mengawal proses pemberi bantuan kepada para nakes. “Saya ingin benar-benar ini bisa cepat, jadi saya akan monitor tiap minggu agar BNPB bisa langsung mencairkan bantuannya,” ujarnya.
(Nadya Kurnia)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469536/original/034639600_1768128111-Persis_2.jpg)


