Rizal menjelaskan bahwa InJourney tidak hanya fokus pada pengelolaan bandara, tetapi juga melibatkan destinasi wisata, hotel, dan kegiatan pariwisata terintegrasi dalam satu ekosistem. Angkasa Pura Indonesia berupaya meningkatkan konektivitas penerbangan di Yogyakarta International Airport (YIA) melalui maskapai yang ada serta membuka peluang penerbangan baru.
Rizal menegaskan bahwa dari segi kapasitas dan fasilitas, YIA masih sangat memadai untuk menampung penambahan penerbangan. "Secara kapasitas, YIA masih sangat mumpuni, mulai dari fasilitas bandara, runway, imigrasi, karantina, hingga bea cukai. Semuanya siap memberikan pelayanan terbaik," ujarnya.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiyana, menambahkan bahwa bergabungnya Angkasa Pura I dan II menjadi satu entitas PT Angkasa Pura Indonesia akan mempermudah koordinasi pengembangan YIA ke depan. Menurut Tri, pengembangan YIA dapat didorong lebih kuat karena tidak hanya mengelola sektor bandara, tetapi juga memiliki lini bisnis hotel, destinasi, dan pariwisata yang terintegrasi dalam InJourney. "Itulah yang kita dorong untuk bisa lebih berperan terhadap Yogyakarta sebagai destinasi wisata, yang mungkin nanti bisa setara dengan Bali," tambahnya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.




