688 Siswa Keracunan MBG di Grobogan Sembuh, 54 Lainnya Masih Dirawat

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Grobogan, VIVA – Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah mencatat sebanyak 688 dari 803 orang yang tercatat mengalami gejala keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dinyatakan sembuh setelah diobati, sedangkan yang masih menjalani perawatan ada 54 orang.

"Dari 115 pasien yang sempat menjalani rawat inap, sebanyak 61 orang telah sembuh dan diperbolehkan pulang. Sehingga, saat ini masih ada 54 pasien yang menjalani perawatan di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes)," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan Djatmiko di Blora, seperti dikutip dari Antara, Selasa, 13 Januari 2026.

Baca Juga :
Hadapi Ancaman Berbagai Krisis, Airlangga Targetkan RI Raih Ketahanan Pangan
Anindya Bakrie: Kadin Bakal Bantu Pemerintah Wujudkan Ketahanan Pangan RI

Suasana dapur MBG di Brebes saat akan menyiapkan untuk disalurkan ke sekolah
Photo :
  • tvOne

Ia mengungkapkan sebanyak 61 pasien yang telah sembuh dan dipulangkan berasal dari beberapa Fasyankes, dengan rincian Puskesmas Karangrayung I sebanyak 9 orang, Puskesmas Gubug I 3 orang, RSUD dr. R. Soedjati Purwodadi 19 orang, serta RSUD Ki Ageng Getas Pendowo 30 orang.

Sementara itu, 54 pasien lainnya masih menjalani perawatan dengan rincian 19 orang dirawat di RSUD Ki Ageng Getas Pendowo, 10 orang di RSUD dr. R. Soedjati Purwodadi, tiga orang di Puskesmas Karangrayung I.

Kemudian, ada tujuh orang di Puskesmas Kedungjati, dirawat di Puskesmas Gubug I, RS Permata Bunda, dan Puskesmas Toroh I, dan Puskesmas Grobogan masing-masing ada satu pasien, serta enam orang di Puskesmas Klambu, dan lima orang di Puskesmas Godong I.

Peristiwa dugaan keracunan tersebut berawal pada Jumat, 9 Januari 2026, ketika ratusan warga, mayoritas siswa sekolah dasar hingga santri pondok pesantren, mengalami gejala mual dan muntah setelah mengonsumsi MBG yang disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kuwaron.

Korban tersebar di sejumlah sekolah dan satuan pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMK yang berlokasi di Desa Ngroto, Penadaran, Glapan, dan Trisari.

Djatmiko menegaskan data korban bersifat dinamis dan terus diperbarui. Sedangkan gejala paling banyak dialami korban berupa mual dan muntah, yang diduga muncul setelah mengonsumsi MBG berupa nasi kuning dengan lauk telur, abon, dan tempe orek.

Pekerja menyiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Photo :
  • Antara

Selain penanganan medis, Dinas Kesehatan Grobogan juga telah melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) serta pengambilan sampel makanan untuk diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Semarang pada Senin, 12 Januari 2026.

Baca Juga :
Akui Model Bisnis SPPG Luar Biasa, Airlangga Siapkan Rp 335 Triliun buat Program MBG 2026
Detik-detik Plafon SDN 05 Pademangan Roboh Saat Hujan Deras Buat Siswa Santap MBG Panik Heboh
Viral Video Zulkifli Hasan Sebut Pohon Bukan Penentu Kemajuan Negara

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Saham Konglomerasi Berguguran Saat IHSG Bergejolak
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pertamina NRE Gandeng GCL China Kembangkan Proyek Energi Bersih di Indonesia
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
IHSG Rawan Terkoreksi, Analis Rekomendasikan Saham AMRT, ICBP, TLKM hingga KLBF
• 22 jam lalukatadata.co.id
thumb
Banjir di Jalur Pantura Kudus Mulai Surut, Arus Lalu Lintas Berangsur Normal
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Kali Pesanggrahan Meluap, Jembatan Penghubung Dua Kecamatan di Depok Terputus | SAPA PAGI
• 19 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.