Coba Direbut Trump, PM Greenland Tolak Negaranya Gabung AS

bisnis.com
12 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri (PM) Greenland Jens-Frederik Nielsen dengan tegas mengatakan pihaknya tak ingin bergabung dengan Amerika Serikat (AS).

Bila harus memilih, negara akan bergabung dengan Denmark. Penolakan ini diungkapkan Nielsen di tengah upaya Presiden AS Donald Trump untuk mengambil alih pulau tersebut.

Berbicara pada konferensi pers di Kopenhagen bersama PM Denmark Mette Frederiksen, Nielsen mengatakan wilayah Arktik otonom tersebut lebih memilih untuk tetap menjadi bagian dari Denmark.

“Kita sekarang menghadapi krisis geopolitik, dan jika kita harus memilih antara Amerika Serikat dan Denmark di sini dan sekarang, kita memilih Denmark,” katanya dikutip dari Al Jazeera, Rabu (14/1/2025).

PM Denmark mengatakan tidak mudah untuk melawan apa yang ia kecam sebagai “tekanan yang sama sekali tidak dapat diterima dari sekutu terdekat kita”.

Adapun pernyataan tegas Nielsen sebagai PM Greenland tersebut muncul sehari setelah pemerintahannya menolak ancaman Trump untuk mengambil alih wilayah tersebut.

Baca Juga

  • Eropa-Kanada Kompak Dukung Greenland, Tolak Klaim Trump
  • Trump Kaji Strategi Caplok Greenland, Operasi Militer Jadi Opsi
  • Trump Ingin Kuasai Greenland setelah Serang Venezuela, Picu Peringatan Keras Denmark

“Amerika Serikat sekali lagi menegaskan keinginannya untuk mengambil alih Greenland. Ini adalah sesuatu yang tidak dapat diterima oleh koalisi pemerintahan di Greenland dalam keadaan apa pun. Sebagai bagian dari Persemakmuran Denmark, Greenland adalah anggota NATO, dan oleh karena itu pertahanan Greenland harus melalui NATO,” tambahnya.

Di sisi lain, Trump bersikeras bahwa ia akan merebut Greenland. Ia pun mengancam bahwa wilayah tersebut akan berada di bawah kendali AS “dengan cara apa pun”.

Ancaman tersebut telah menciptakan krisis bagi NATO, memicu kemarahan dari sekutu Eropa yang telah memperingatkan bahwa pengambilalihan Greenland akan memiliki dampak serius bagi hubungan antara AS dan Eropa.

Kemudian diketahui, Wakil Presiden AS JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio akan mengadakan pertemuan dengan para menteri luar negeri Denmark dan Greenland di Gedung Putih pada Rabu ini.

Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen dan mitranya dari Greenland, Vivian Motzfeldt, mengatakan kepada wartawan di Kopenhagen pada Selasa bahwa mereka telah meminta pertemuan dengan Rubio setelah ancaman Trump.

“Alasan kami meminta pertemuan yang sekarang telah diberikan kepada kami adalah untuk memindahkan seluruh diskusi ini… ke ruang pertemuan di mana kami dapat saling bertatap muka dan membicarakan hal-hal ini,” kata Rasmussen.

Seorang politisi Greenland, Aaja Chemnitz, di parlemen Denmark, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa mayoritas dari 56.000 penduduk Greenland tidak ingin menjadi warga negara AS.

“Greenland tidak untuk dijual, dan Greenland tidak akan pernah untuk dijual,” kata Chemnitz, dari partai Inuit Ataqatigiit.

Ia mengatakan bahwa Greenland tidak dapat diperjualbelikan. Ditegaskan bahwa Greenland adalah Greenland dan bukan campur tangan dari negara lain.

“Orang-orang tampaknya berpikir mereka dapat membeli jiwa Greenland. Itu adalah identitas kami, bahasa kami, budaya kami – dan akan terlihat sangat berbeda jika Anda menjadi warga negara Amerika, dan itu bukanlah sesuatu yang diinginkan mayoritas di Greenland,”


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Geger! Penumpang Bus di Makassar Ditemukan Tewas, Mulut Berbusa
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
"Broken Strings", Keberanian Penyintas Memutus Rantai "Child Grooming"
• 1 jam lalukompas.id
thumb
Rusia Kecam Tarif 25 Persen Trump, Sebut AS Lakukan Pemerasan Diplomatik
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Trump Mengendalikan Minyak Venezuela, Dua Kapal Super Tanker Tiongkok Berbalik Arah
• 4 jam laluerabaru.net
thumb
Paket Ekonomi Berlanjut Tahun Ini, Detail Program Masih Dibahas
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.