JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengungkapkan bahwa Indonesia telah menyepakati tujuh kerja sama bidang pertahanan dengan negara lain sepanjang 2025.
“Dalam setahun terakhir, kita menyepakati tujuh kerja sama di bidang pertahanan serta 16 perjanjian penegakan hukum, termasuk di antaranya dengan Australia, Kanada, Prancis, Turki, dan Yordania,” kata Sugiono dalam kegiatan Pertanyaan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 di Kementerian Luar Negeri, Rabu (14/1/2026).
Baca juga: Menlu Sugiono: Betapa Rapuhnya Tatanan Dunia Saat Ini, Siapa Kuat Dia Menang
Soalnya, kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memerlukan postur pertahanan yang tangguh dan kerja sama strategis.
“Kita juga membentuk kemitraan strategis dengan Rusia dan Thailand, serta kemitraan strategis komprehensif dengan Vietnam,” tambah dia
Baca juga: Temui Presiden Erdogan, Menlu Sugiono dan Menhan Sjafrie Terbang ke Turki
Menurut Sugiono, berbagai kesepakatan ini adalah komitmen untuk memperdalam kerja sama.
Di sisi lain, sepanjang 2025 juga, Indonesia telah menjalankan empat dialog 2+2, format dialog yang melibatkan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan negara lain.
Mereka adalah Tiongkok, Jepang, Australia, dan hingga Turki
“Empat pertemuan 2+2 dalam satu tahun terakhir mencerminkan sebuah kesadaran strategis bahwa di tengah dunia yang semakin tidak dapat diprediksi, diplomasi dan pertahanan menjadi satu hal yang tidak terpisahkan,” tegas dia.
Ketika risiko salah hitung meningkat dan persepsi menjadi faktor kunci, Sugiono berujar, sinergi kebijakan luar negeri dan pertahanan adalah instrumen stabilisasi.
Dengan begitu, bagi Indonesia, pertahanan tidak dibangun dengan unjuk kekuatan, tetapi kepastian, pencegahan, dan ruang dialog.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang