PONOROGO (Realita)- Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Ponorogo sejak Senin (12/1/2026) sore kembali memicu longsor di Kecamatan Ngebel.
Kali ini, tebing setinggi sekitar 20 meter di Dukuh Dayakan, Desa Wagir Lor, longsor dan menggerus badan jalan poros yang menghubungkan Desa Wates, Kecamatan Jenangan, dengan Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel.
Peristiwa longsor terjadi pada Selasa (13/1/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat longsoran tersebut, badan jalan yang tersisa hanya sekitar satu meter. Kondisi ini membuat akses vital warga hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki, sementara kendaraan roda empat tidak dapat melintas sama sekali.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Senin pukul 15.00 WIB hingga 19.00 WIB. Durasi hujan yang cukup panjang memicu pergerakan tanah di lokasi yang memang memiliki riwayat longsor pada tahun sebelumnya.
Longsoran kali ini tercatat memiliki panjang sekitar 15 meter, dengan ketebalan badan jalan yang ambrol mencapai satu meter. Kerusakan ini semakin memperparah kondisi akses penghubung antardesa yang selama ini belum mendapat perbaikan permanen, meski telah berulang kali dilaporkan rawan longsor.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Ponorogo, Masun, mengatakan tim reaksi cepat telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat.
“Kondisinya saat ini jalan poros tersebut hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Warga setempat telah bergotong royong membuat jembatan darurat agar akses tidak terputus total,” ujar Masun saat dikonfirmasi, Rabu (14/01/2026).
Masun mengingatkan, kondisi jalan yang tersisa masih sangat rawan karena terdapat retakan tanah di sekitar lokasi longsor. Jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, longsor susulan dikhawatirkan dapat memutus total akses penghubung antardesa tersebut.
“Masih ada potensi longsor susulan karena terdapat retakan di sisa badan jalan. Kami terus memantau perkembangan di lapangan bersama perangkat desa,” kata dia.
Lokasi longsor di Desa Wagir Lor sebenarnya telah lama menjadi perhatian pemerintah. BPBD Ponorogo mencatat, titik tersebut sudah dilakukan kaji cepat sebanyak empat kali dan telah melalui proses asesmen oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai dasar pengajuan dana hibah untuk perbaikan permanen.
Namun hingga kini, perbaikan permanen belum terealisasi. Sementara itu, penanganan yang dilakukan masih terbatas pada pengamanan area longsor dan pemantauan pergerakan tanah, demi menjamin keselamatan warga yang terpaksa tetap melintas menggunakan jalur sempit dan jembatan darurat.znl
Editor : Redaksi





