Jakarta, VIVA – Memasuki awal 2026, produsen kendaraan listrik roda dua di Indonesia mulai mengambil langkah strategis untuk memperluas adopsi motor listrik di pasar domestik. Momentum awal tahun dimanfaatkan untuk menarik minat konsumen yang masih mempertimbangkan transisi dari kendaraan berbahan bakar konvensional.
Salah satu pendekatan yang digunakan adalah pemberian skema insentif kepemilikan dengan nilai yang cukup signifikan. Strategi ini dipandang sebagai upaya menurunkan hambatan harga yang selama ini menjadi faktor utama dalam keputusan pembelian motor listrik.
PT Terang Dunia Internusa Tbk melalui merek United E-Motor menjadi salah satu pelaku industri yang menerapkan strategi tersebut pada Januari 2026. Perusahaan menghadirkan program insentif berupa cashback untuk beberapa model motor listrik yang dipasarkan secara nasional.
Besaran cashback yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp1 juta hingga Rp12 juta tergantung tipe kendaraan. Model TX3000 mendapatkan cashback terbesar senilai Rp12 juta, sementara T1800 dan TX1800 masing-masing memperoleh insentif Rp10 juta.
Untuk segmen lain, United E-Motor memberikan cashback Rp2,5 juta pada MX1200 serta Rp1 juta untuk model MT1500. Skema ini dirancang untuk menjangkau konsumen dari berbagai kelas kebutuhan dan penggunaan.
Selain potongan harga, terdapat pula program peningkatan nilai guna kendaraan. Untuk model C2000, konsumen cukup menambah Rp1 juta dari harga on the road dan langsung mendapatkan dua baterai, sehingga jarak tempuh kendaraan menjadi lebih panjang.
Pendekatan nilai tambah juga diterapkan melalui skema bundling produk. Konsumen yang membeli TX1800 atau T1800 mendapatkan hadiah langsung berupa satu unit motor listrik Avand SC 121.
Direktur PT Terang Dunia Internusa Tbk, Andrew Mulyadi, menyebut program ini sebagai bagian dari upaya mendorong adopsi kendaraan listrik.
“Program promo ini kami hadirkan sebagai bentuk apresiasi kepada konsumen setia United E-Motor sekaligus untuk mendorong adopsi kendaraan listrik di Indonesia,” ujarnya, dikutip VIVA Otomotif dari keterangan resmi, Rabu 14 Januari 2026.




