JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pulo Mas Jaya mengungkapkan alasan keberadaan cekungan di Jalan Pulomas, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur, yang belakangan diduga sebagai area resapan air dan disebut mengalami pengurukan.
Corporate Secretary PT Pulo Mas Jaya, Retno Andaruningrum, menjelaskan bahwa cekungan tersebut bukan kawasan resapan air, melainkan terbentuk akibat aktivitas pembangunan proyek Asian Games 2018.
“Cekungan yang ada saat ini terbentuk dikarenakan pada periode pembangunan proyek strategis Asian Games 2018, Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP) pernah digali untuk mendukung kebutuhan teknis proyek (utilitas dan pekerjaan. pendukung),” ucap Retno Andaruningrum, Corporate Secretary PT Pulo Mas Jaya, melalui keterangan, Rabu (14/1/2026).
Menurut Retno, aktivitas penggalian pada masa itu menyebabkan permukaan tanah di lokasi tersebut lebih rendah dibandingkan dengan jalan di sekitarnya.
Baca juga: Sejarah dan Penyebab Tiang Monorel Jakarta Mangkrak Selama 20 Tahun
“Seiring waktu, cekungan ini menampung air hujan sehingga memberikan kesan visual, memunculkan persepsi masyarakat bahwa lahan tersebut berfungsi sebagai area resapan, padahal itu air mati yang menjadi sarang nyamuk dan sumber penyakit,” jelasnya.
Retno menegaskan, secara peruntukan tata ruang, lahan tersebut bukan kawasan resapan maupun ruang terbuka hijau, melainkan zona komersial yang direncanakan untuk dibangun.
“Lahan tersebut merupakan aset milik PT Pulo Mas Jaya yang sejak awal bukan merupakan kawasan resapan air, melainkan secara tata ruang ditetapkan sebagai zona komersial sesuai rencana peruntukan wilayah,” ungkap Retno.
“Fungsi lahan tersebut memang diperuntukkan bagi kegiatan terbangun dan bukan kawasan lindung atau ruang terbuka hijau resapan air alami,” jelasnya.
Baca juga: Pedagang Cangcimen Jakarta Terus Bertahan di Celah Kota yang Semakin Tertata
Viral Dugaan Pengurukan Area ResapanSebelumnya, dugaan pengurukan area yang disebut sebagai resapan air di Jalan Pulomas mencuat setelah sebuah video diunggah oleh akun Instagram @hermanyosephsimamora.
Dalam video tersebut terlihat area yang diduga merupakan resapan air telah mengalami pengurukan.
Sebagian lahan tampak tertutup tanah urukan, sementara bagian lainnya masih tergenang air.
Lokasi tersebut juga dibatasi pagar berwarna hitam yang ditumbuhi tanaman, serta terlihat sejumlah pohon di beberapa titik di pinggiran area.
Baca juga: Banjir Meluas, Pemkab Tangerang Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana
Berdasarkan pantauan Kompas.com pada Rabu (14/1/2026) siang, kawasan yang diduga sebagai resapan air itu diperkirakan memiliki panjang sekitar 200 meter dan sebagian besar telah tertutup tanah urukan.
Selain itu, tanah urukan di lokasi tersebut tampak telah ditumbuhi tanaman liar seperti rumput.
Dari pengamatan di lapangan, kawasan itu juga tidak terlihat terhubung dengan saluran air maupun kali di sekitarnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang




