Junta Myanmar Gerebek 3 Pabrik Narkoba Terbesar di Tengah Hutan

detik.com
19 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Junta Myanmar menggerebek tiga laboratorium narkoba berukuran besar di hutan wilayahnya. Pabrik narkoba itu bertanggung jawab atas pembuatan sepertiga dari seluruh metamfetamin yang disita di negara itu tahun lalu.

Dilansir AFP, Kamis (15/1/2025), negara Asia Tenggara ini telah lama menjadi sarang perdagangan narkoba ilegal, tetapi para analis mengatakan perang saudara yang dipicu oleh kudeta militer tahun 2021 telah meningkatkan produksi dan perdagangan narkoba.

Berbagai faksi pemberontak mengendalikan berbagai wilayah Myanmar, dan semua pihak dituduh menggunakan hasil penjualan narkotika untuk mengisi kas perang mereka dan mendanai pemerintahan mereka.

Baca juga: Partai Pro-Junta Raup Suara Mayoritas dalam Pemilu Myanmar

Wartawan AFP bergabung dengan tur pers yang diselenggarakan militer melalui reruntuhan dua bekas pabrik yang masih berasap di selatan kota Hsipaw di negara bagian Shan timur laut.

Laboratorium-laboratorium itu berukuran seperti desa-desa kecil, dengan jalan, tempat tinggal, dan infrastruktur listrik dan air yang lengkap.

Masker gas dan sarung tangan karet berserakan di lantai, fasilitas produksi pipa masih bergemuruh, dan tong-tong penuh berisi apa yang menurut pejabat polisi adalah metamfetamin kristal, siap digiling dan dipres menjadi pil.

"Ini adalah penyitaan dan penghancuran terbesar oleh operasi anti-narkoba dalam sejarah kami," kata juru bicara junta Zaw Min Tun kepada wartawan di kota Pyin Oo Lwin.

Baca juga: Kritik 'Pemilu Palsu' di Balik Gelombang Absennya Pemilih Muda Myanmar

Polisi mengatakan mereka percaya bahwa tiga fasilitas yang berafiliasi tersebut memproduksi lebih dari sepertiga dari 37 ton metamfetamin yang disita pada tahun 2025, berdasarkan informasi dari informan dan perbandingan kantong teh dan kopi yang digunakan para penyelundup untuk menyembunyikan narkoba.

Serangan gabungan oposisi yang dimulai pada akhir tahun 2023 menyebabkan militer kehilangan sebagian besar wilayah Shan kepada pemberontak. Namun, gencatan senjata yang dimediasi China telah mengurangi dua kelompok pemberontak paling kuat.

Militer Myanmar mengatakan mereka menemukan laboratorium metamfetamin ketika mereka merebut kembali wilayah yang hilang dari pemberontak saat pertempuran mereda.




(rfs/rfs)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tips Aman Intermittent Fasting agar Tidak Ganggu Hormon Perempuan
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Daftar Tersangka Kasus Jual Beli Aluminium Inalum
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Mendes Yandri: Desa ditempatkan jadi pelaku utama pembangunan nasional
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Transjakarta Perkuat Sistem Lost and Found Berbasis GCG dan ESG
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Trump: Denmark Tak Bisa Diandalkan Lindungi Greenland dari Ancaman China dan Rusia
• 6 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.